Tips Jaga Produktifitas kala Pandemi

pixabay by pexels

MASA pandemi memberikan tantangan baru bagi semua orang. Pandemi juga mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat. Salah satunya ialah dampak negatif menurunnya produktifitas. Namun, Rahmat Ramadhan atau Dhan GEISHA sebagai Key Opinion Leader mengungkapkan, bagi mereka yang mampu beradaptasi masa pandemi justru memberikan berbagai dampak positif.

“Turunnya produkivitas dan kreatifitas masa pandemi disebabkan oleh kurangnya interaksi sosial secara langsung. Penyertanya ialah kurangnya pengawasan karena hampir semua aktivitas dilakukan di rumah atau work from home,” tutur Dhan GEISHA selaku pembicara di Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar, Bali, Selasa (10/8/2021).

Penurunan produktifitas di rumah juga bisa disebabkan oleh distraksi di sekitar kita. Oleh karena itu, fokus kita sedikit terganggu saat bekerja atau belajar. Kemudian, ada miskomunikasi yang menghambat produktifitas era digital. Misalnya, saat pertemuan online di awal pandemi banyak orang yang berbicar sekaligus, sehingga suaranya bertabrakan dan tidak terdengar jelas maksud yang ingin disampaikan. Ada juga yang kehilangan sinyal saat pertemuan online berlangsung.

Ia menyampaikan, rasa jenuh tentu menjadi salah satu pengaruh besar bagi produktifitas seseorang. Kegiatan di rumah yang berulang selama pandemi dan terbatasnya aktivitas membuat orang merasa sedikitnya tantangan dan hal ini mempengaruhi kreatifitas kita.

“Mau tidak mau, di masa pandemi kita harus beradaptasi dengan dunia digital secara lebih cepat supaya bisa tetap menjaga produktifitas,” jelasnya.

pixabay by pexels

Menurut Dhan, agar bisa selalu menjaga produktifitas dan kreativitas kita sehari-hari, kita dapat melakukan hal ini:

  1. 1. Membuat jadwal harian agar tidak banyak membuang waktu untuk bermalas-malasan.
    2. Lakukan kebiasaan seperti sebelum pandemi. Misalnya, mandi sebelum bekerja dan berpakaian rapih. Kebiasaan ini membantu menaikkan mood kita dan membuat lebih segar.
    3. Jangan beraktivitas di atas kasur agar tidak mudah mengantuk dan menjadi malas.
    4. Bereksperimen untuk meningkatkan ide dan kreativitas.
    5. Mengikuti kompetisi online selama pandemi. Misalnya, lomba foto online.
    6. Melatih skill secara online dengan melihat tutorial di internet.
    7. Mencoba hal baru dengan keluar dari zona nyaman. Hal ini bisa menambah skill baru.

Penting untuk kita pintar-pintar dalam mencari celah di masa pandemi untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Jangan jadikan pandemi sebagai alasan kita untuk bermalas-malasan. Masa pandemi bisa dijadikan ajang peningkatan aktualitas diri agar lebih baik lagi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Denpasar, Bali, Selasa (10/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Fajar Sidik (Zinester & Podcaster at 30 Degree Media Network), M. Dedi Gunawan (Operation & Legal Division Head), dan Cokroda Istri Wulan Maheswari (Content Creator & Student Council Mentor).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.