BADUNG, kanalbali.id – Fenomena rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana) marak di kota-kota besar. Tapi pemilik mall di Bali menyebut belum sampai di Bali.
“Kalau datang ke mall ya rata-rata berbelanja,” kata Zenzen Guisi Halmis selaku Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Provinsi Bali, usai konferensi pers program ISF 2025 dan memperkenalkan susunan kepengurusan baru DPD APPBI Bali Periode 2025–2028, di Sidewalk Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (14/8) sore.
“Kalau pun melihat satu kali, dua kali (rojali dan rohana) itu biasa kok di dunia mall. Misalkan, kayak mbak-mbaknya melihat baju pasti lihat dulu sekali, besok-nya baru belanja. Fenomena ini, menurut saya biasa,” imbuhnya.
“Kalau dari orang Bali sendiri paling senang berbelanja.Begiu pun turis lokal, domestik dan mancanegara. Jadi saya harapkan ini benar-benar bisa berkesinambungan untuk shopping center,” jelasnya.
Dilihat dari spending power-nya atau daya beli masyarakat di Bali Great Sale atau data belanja tahunan di Bali dan di Indonesia Shopping Center itu rata-rata meningkat hingga 7 sampai 15 persen di tahun 2025 ini.
“Karena memang spending power sudah mulai bagus. Dan karena hotel-hotel di Bali juga bagus (okupansinya), rentail-retail juga mulai bagus, sehingga ini impact ke mall-nya sendiri. Karena mall ini, menyewakan jadi kita juga bekerjanya dengan Aprindo dan Apindo untuk tetap meningkatkan ekonomi yang ada di Bali,” jelasnya.
Hal itu bisa dilihat juga dengan adanya pembangunan mall baru, dan itu artinya nilai market atau pasarnya mulai tinggi.
“Untuk mall ini baru ada 16 member untuk kita. Kita kan datangkan lagi beberapa yang saat ini dibangun. Dan ini perkembangan yang bagus untuk Bali,” jelasnya.
Rata-rata pengunjung mall per hari itu bisa mencapai 3 ribu pengunjung hingga 35 ribu pengunjung.
Sementara, menurutnya untuk tantangan mall di Bali sendiri terkait situasi pemilu, politik, ekonomi, dan juga persaingan mall secara internasional.
“Sebenarnya tatangannya sih di mall sendiri kita pengen mendatangi adanya pemilu, terus politik, ekonomi kita. Dan terus saat ini kita bersaingnya bukan hanya di Bali, karena Bali ini internasional. Jadi kita akan bersiap-siap bersaing dengan internasional,” ujarnya.
“Contohnya, kayak Singapore, Hongkong ataupun asia yang tentunya mall-mall ini lagi bergerak, terutama yang China. Kita harus siap karena marketnya kita, bukan hanya lokal tapi marketnya kita ada mancanegara internasional maupun domestik. Jadi pilihannya ini, kita akan bikin wisata belanja yang ada di Bali. Jadi orang bisa belanja di sini dan impact-nya ke kita semua,” ujarnya. (kanalbali/KAD)


