Asyiknya Beradu Layang-layang di Masa Pandemi

Ratusan layangan tradisional jenis celepuk menghiasi langit di atas banjar Sebudi, Jalan Narakusuma, Denpasar Minggu 28/06/2020. Mereka berpartisipasi dalam lomba layang-layang serangkaian ulang tahun Sekaa Taruna (kelompok remaja- red) Mandala Darma - Zul T Eduardo

Senar digunakan sebagai benang untuk menerbangkan layang-layang ke angkasa. Pada jaman normal layang-layang biasa diterbangkan di lapangan terbuka – Zul T Eduardo
Pembuatan layang-layang dilakukan dengan hati-hati agar bisa diterbangkan sepenuh hati – Zul T Eduardo
Layang-layang bagi warga Bali juga digunakan sebagai ekspresi seni dengan penampilan yang menarik dan kreatif – Zul T Eduardo
Layang-layang diterbangkan dari halaman rumah karena tidak mungkin dibawa ke lapangan terbuka. Untungnya pada musim layangan, angin selalu bertiup lebih keras sehingga memungkinlan layangan terbang – Zul T Eduardo
Titik-titik kecil menghiasi langit terbuka menari-nari merayakan kegembiraan pengendalinya. Mereka yang terpaksa berada di rumah karena situasi pandemi corona – Zul T Eduardo