DENPASAR, kanalbali.id – Buronan bernama Costinel Cosmin Zulaem (33) Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania, pelaku utama kasus pembunuhan berencana dan perampokan sadis di Rumania, akhirnya dibawa ke negara asalnya untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya, pada Selasa (20/1) malam.
Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Dr. I Gede Adhi Mulyawarman mengatakan, dia terdeteksi memasuki Indonesia pada tanggal 14 November 2023 dari Chengdu China menuju Bandara Soekarno-Hatta.
“Dan diketahui dia pernah mencoba keluar Indonesia dengan data pemesanan tiket sebuah maskapai dari Denpasar menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Namun setelah dilakukan pengecekan dia tidak tercatat dalam data perlintasan,” kata Kombes Mulyawarman, saat konferensi pers di Mapolda Bali, Selasa (20/1) malam.
Kemudian, lewat tambahan informasi dari National Central Bureau (NCB) Bucharest melalui unggahan media sosial subjek terdeteksi masih berada di Pulau Bali.
Akhirnya tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia, bekerjasama dengan jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar, melakukan pelacakan dan menangkap Zulaem, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Denpasar, Bali, pada Kamis (15/1).
“Dia selalu berpindah-pindah tempat sehingga penangkapan cukup sulit,” imbuhnya.
Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko selaku Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri menerangkan, Zulaem merupakan pelaku tindak kejahatan pembunuhan dan perampokan dan menjadi the most wanted di Rumania maupun di Eropa.
“Kami melakukan operasi interpol, empat hari yang lalu dan berhasil ditangkap berkat kerjasama dan bantuan Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polres Gianyar,” jelasnya.
Kemudian, di malam ini pelaku Zulaem akan langsung diterbangkan ke Bucharest, Rumania, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Dan esok hari semoga sudah tiba dengan selamat di Bukarest dan langsung dilakukan serangkaian proses administrasi dan tentunya akan diikuti dengan sidang,” ujarnya.
Kabagjatranin Set NCB Kombes Pol Ricky Purnama mengatakan, untuk pelaku Zulaem selama berada di Indonesia selalu berpindah-pindah dan terdeteksi di Jakarta lalu pindah ke Bali dan selama di Bali dia berpindah-pindah. Kemudian, selama berada di tanah air belum ditemukan dia melakukan kejahatan.
“Sepengetahuan kami dia berusaha menghindari aktivitas yang mencolok. Karena itu, salah satu cara dia menghindari akses terhadap banyak informasi. Supaya dia bisa tetap berada di Bali dan menghindari kewajibannya berhadapan dengan proses hukum,” kata Kombes Ricky.
Selama menjadi buronan, Zulaem berusaha menjadi seorang yang low profile, tidak terlalu mencolok dalam aktivitasnya dan menyamarkan diri untuk melakukan kegiatan wisata atau menjadi wisatawan asing.
“Tapi sebenarnya status yang bersangkutan sudah overstay sejak tahun 2003 yang lalu di Bali,” jelasnya.
Selain itu, dia diketahui telah melakukan pernikahan siri dengan seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak memiliki anak.
“Dia sempat tinggal beberapa waktu di Jakarta sebelum akhirnya memutuskan berangkat ke Bali. Hasil investigasi kami, menyatakan pada 2018 yang lalu dia sudah pernah ke Bali. Sehingga memutuskan untuk datang ke Indonesia untuk menjadi tempat persembunyian selama pelarian,” jelasnya.
“Kami dapati status dia telah menikah, status siri dengan warga negara Indonesia. Yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok. Artinya yang berpenghasilan itu justru pasangan yang bersangkutan yang berwarga Negara Indonesia. Dan ini yang menjadi support sistem kehidupan dia selama berada di pelarian,” jelasnya.
Sementara, istri siri Zulaem tidak mengetahui bahwa dia adalah seorang buronan yang sangat dicari di Rumania.
“Pada saat kami tangkap pasangannya tidak mengetahui status dia pelaku. Pasangannya pekerjanya swasta,” ujarnya.
Ia menerangkan, kenapa pelaku Zulaem menjadi the most wanted di Rumania maupun di Eropa, karena kejahatan dengan bentuk kekerasan yang sadis.
“Sepemahaman kami di Eropa itu tidak terlalu banyak terjadi (kasus seperti ini). Sehingga itu menjadi salah satu perhatian dari pemerintah Rumania. Dia melakukan penyiksaan untuk mendapatkan akun kripto (korban),” jelasnya.
Namun, karena korban tidak memberikan Zulaem bersama dua rekannya melakukan penyiksaan secara bertubi-tubi dan akhirnya korban meninggal dunia dengan lemas. Selain itu, putri dari korban juga diancam dengan senjata api.
“Dan itu dianggap sebuah bentuk kekerasan yang melampaui batas kewajaran karena anak harus menyaksikan proses itu. Itu salah satu mengapa kemudian the most wanted,” ujarnya.
Namun pihaknya juga belum bisa memastikan apakah pelaku Zulaem ini adalah kelompok gangster di negaranya.
“Kami belum dapat informasi mengenai ini dari Rumania. Tapi Rumania berkali-kali melakukan komunikasi, NCB Interpol Rumania berkali-kali melakukan komunikasi dengan NCB Interpol Jakarta, Indonesia dalam konteks pencarian yang bersangkutan,” ujarnya.
“Karena mereka sangat terbebani, masih ada satu pekerjaan rumah dari tiga orang tersangka yang melakukan, dua sudah tertangkap dan satu belum. Sehingga mereka intens melakukan komunikasi dan membantu memberikan data-data intelijen terkait dengan status dan indikasi keberadaan yang bersangkutan,” ujarnya.
Sebelumnya, Seorang buronan bernama Costinel Cosmin Zulaem (33) ditangkap oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia, bekerja sama dengan jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar, Bali.
Tersangka Zuleam diketahui adalah Warga Negara Asing (WNA) Rumania yang menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan sadis yang sempat menghebohkan negaranya.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy membenarkan, penangkapan warga asing tersebut yang masuk dalam daftar Interpol red notice, dan berhasil ditangkap di wilayah Kota Denpasar, pada tanggal 15 Januari 2026.
“Tersangka atas nama Zuleam Costinel Cosmin telah berhasil di tangkap pada tanggal 15 Januari 2026 di wilayah Kerobokan. Dan saat ini dilakukan penitipan penahanan pada Ditreskrimum Polda Bali sampai dengan proses penyerahan kepada NCB Bucharest,” kata Kombes Ariasandy, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/1).
Ia menerangkan, penangkapan tersangka karena adanya laporan bahwa dia kabur ke wilayah Bali.
“Kegiatan dilaksanakan berdasarkan informasi yang dikirimkan oleh beberapa negara anggota Interpol. Diantaranya NCB Bucharest, NCB Taskent, NCB Brussels, dan yang lainya melalui surat permohonan,” ujarnya.
Penangkapan tersangka Zuleam juga diunggah di akun instagram Divhubinter Polri pada Juma (16/1). Dalam keterangan, di akun tersebut Zuleam merupakan tersangka kasus pembunuhan sadis yang mengguncang publik Rumania, pada 6 November 2023 di Kota Sibiu, Rumania.
Tersangka Zuleam bersama dua komplotannya menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal, menyiksa korban secara sadis, bahkan mengancam anak perempuan korban dengan senjata api. Zuleam dan komplotannya membawa kabur jam tangan mewah senilai 200.000 Euro.
Kedua rekan Zuleam sebelumnya telah ditangkap di Irlandia dan Skotlandia, kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Zuleam menjadi buron internasional sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Pengadilan Sibiu pada 19 November 2023.
“Saat ini, Zuleam tengah menjalani pemeriksaan intensif di Bali, sebelum dilakukan proses penyerahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum Rumania,” tulisnya. ( kanalbali/RLS )


