BADUNG, kanalbali.id – Program kolaborasi untuk memperluas pengumpulan kemasan pascakonsumsi guna mendukung ekonomi sirkular di Bali diluncurkan Coca Cola dengan menggandeng jaringan retail modern M-Mart.
“Kolaborasi melalui penyediaan drop box botol PET di 20 gerai M Mart di Bali,” kata ujar Dhedy Adi Nugroho, Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia saat peluncuran program yang diberi nama “Recycle Me” ini, Jumat (7/8/2026).
Coca-Cola System di Indonesi terdiri dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) dan Coca-Cola Indonesia sementara jaringan M Mart dan Big M di bawah PT Global Retailindo Pratama memiliki gerai yang tersebar di Bali, Lombok, dan Makassar,
Inisiatif ini juga didukung oleh mitra di sepanjang rantai nilai daur ulang untuk membantu memastikan kemasan yang terkumpul dapat diproses dan didaur ulang kembali menjadi bahan baku kemasan baru.
Peluang Pekerjaan Era Digital
Lembaga Mahija Parahita Nusantara berperan penting dalam mengumpulkan dan mengelola botol PET pascakonsumsi dari pasar secara bertanggung jawab.
Material tersebut kemudian diproses oleh Amandina Bumi Nusantara, fasilitas daur ulang yang didirikan melalui joint venture antara CCEP Indonesia dan Dynapack Asia, yang memproduksi recycled PET (rPET) food-grade.
“Membangun ekonomi sirkular membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari desain dan produksi kemasan, pengumpulan pascakonsumsi, hingga proses daur ulang dan penggunaan kembali,” kata Dhedy.
“Melalui kemitraan di seluruh rantai nilai, kami ingin membantu menciptakan sistem di mana kemasan tidak dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat terus dimanfaatkan,” tegasnya.
BACA JUGA: Layangan Coca-Cola Ramaikan Rare Angon Festival 2026 di Sanur
Melalui inisiatif “Recycle Me”, masyarakat dapat mengembalikan botol PET pascakonsumsi ke fasilitas drop box yang tersedia di gerai-gerai M Mart. Kemasan yang terkumpul selanjutnya akan masuk ke rantai nilai daur ulang sehingga dapat digunakan kembali sebagai bahan baku kemasan baru.
Sejak tahun 2023, Coca-Cola di Indonesia telah menggunakan recycled PET (rPET) dalam portofolio kemasannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan penggunaan material daur ulang dan mengurangi sampah kemasan.
Peluncuran program “Recycle Me” dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi pengelolaan sampah yang efektif di Bali. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Bali menghasilkan sekitar 1,25 juta ton sampah setiap tahun atau setara dengan 3.436 ton per hari.
Dari jumlah tersebut, sampah plastik menyumbang lebih dari 17 persen. Situasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang dan digunakan kembali.
“Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi dalam pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular di Bali,” ujar I Made Dwi Arbani, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
Sementara itu Ramesh Ram Khaerudin, Managing Director M Mart mengatakan, kehadiran drop box di lokasi yang mudah dijangkau diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih aktif mengembalikan kemasan yang telah digunakan.
“Kami senang memiliki kesempatan untuk menghadirkan solusi yang mudah diakses masyarakat.Kami berharap dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pengembalian kemasan pascakonsumsi sekaligus mengajak konsumen menjadi bagian dari solusi lingkungan di Bali,” ujarnya. ( Kanalbali/RLS/RFH )


