Seorang warganegara Kanada Sadri Alesasandro Haidar terjatuh dari jembatan dengan ketinggian sekitar 50 meter di kawasan Jl. Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Sabtu (7/5) sore. Pria berusia 34 tahun itu diduga jatuh saat selfie di atas jembatan. Lokasi tersebut memang menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan berfoto, terutama di waktu matahari tenggelam atau sunset.
Dilaporkan bahwa peristiwa jatuhnya warganegara asing (WNA) tersebut terjadi pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 17.45 WITA. Saat itu, warga setempat mecurigai adanya sebuah sepeda motor yang terparkir di aebelah barat jembatan dalam keadaan mesin menyala.
Berdasarkan laporan tersebut, kepolisian bergegas menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Setiba di lokasi, kami menemukan kendaraan tersebut dibiarkan hidup tanpa pemiliknya,” jelas Kepala Kepolisian Sektor Kuta Selatan, Kompol I Ketut Suguarta, Minggu (8/5).
Kepolisian dibantu warga sekitar lalu mengecek lokasi sekitar. Kemudian muncul dugaan bahwa pemilik kendaraan tersebut jatuh ke bawah jembatan (jurang)b sehingga berinisiatif segera menghubungi Tim Sar untuk datang ke lokasi.
Tim Basarnas Bali langsung memberangkatkan 9 orang personil menuju lokasi. Evakuasi dilakukan tim Basarnas dibantu warga setempat dengan sangat hati hati, mengingat korban mengalami luka.
“Kami terima laporannya pada pukul 18.10 WITA,” jelas Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada.
Darmada menyebutkan ketinggian jembatan sampai ke dasar tanah diperkirakan 50 meter. “Dengan melihat medan evakuasi, maka tim dilengkapi dengan peralatan mountaineering,” jelasnya.
Proses evakuasi berlangsung hampir 1 jam lamanya.
“Ketika personil diturunkan untuk mengecek kondisi korban, diketahui masih selamat, dan sesegera mungkin diturunkan tandu untuk mengangkat korban ke atas jembatan,” ungkap Gede Darmada.
Menurutnya evakuasi membutuhkan waktu cukup panjang, karena memperhitungkan kondisi korban yang jatuh dari jembatan.
“Pemindahan korban betul-betul diperlukan kehati-hatian dan kecermatan, sehingga akhirnya tim SAR gabungan berhasil menolong korban dalam kondisi selamat,” tutup Darmada.
Setelah terevakuasi, korban diberikan pertolongan pertama dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulance ke RS Bali Jimbaran. Terlihat korban mengalami luka-luka dan diagnosisi awal ia mengalami patah lengan kiri.
Selama berlangsungnya evakuasi melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Polsek Kuta Selatan, Balawista Kabupaten Badung Babinkamtibmas, Babinsa, dan Balawista Labuan Sait, serta masyarakat setempat.


