Giri Prasta Sebut Kehadiran GRIB di Bali Tak Diperlukan

Wagub Bali Nyoman Giri Prasta - IST
Wagub Bali Nyoman Giri Prasta - IST

DENPASAR , kanalbali.id –  Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menyebut kehadiran organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Pulau Bali tak diperlukan. 

Giri Prasta mengatakan, bahwa menurutnya tidak perlu adanya Ormas Grib Jaya di Pulau Bali. Karena, secara prinsipnya pihaknya melihat bahwa di Bali ini sudah memiliki aparatur negara baik itu TNI maupun Polri bertalian dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Itu satu, yang kedua dari 1.400 lebih Desa Adat itu sudah memiliki Pecalang Desa Adat. Nah, Pecalang Desa Adat ini mempunyai peran untuk menjaga estetika dresta (Aturan dalam menjalankan kehidupan dan tata krama masyarakat) wilayah adat itu sendiri,” kata dia, saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Senin (5/5).

BACA JUGA: Atribut Partai Gerindra Muncul di Pelantikan GRIB, Rambo Tegaskan Tak Punya Kaitan

“Dan ini ketika periode pertama, sudah dituangkan dalam keputusan Pemerintah Provinsi Bali, itu adalah dibentuknya Bankamda (Bantuan Keamanan Desa Adat). Sehingga kolaborasi antara TNI-Polri dan aparat penegak hukum lainnya bersama-sama dengan tokoh dan masyarakat adat utamanya dari pecalang,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itulah yang harus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali itu sendiri. Diluar daripada itu peran penting juga masyarakat Bali harus peduli terhadap wilayahnya.

“Di mana bumi kita pijak di situ langit kita junjung. Itu yang pertama prinsipnya, kalau dengan ormas luar di Bali ini mempunyai prinsip untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. Saya kira tidak perlu, karena sudah ada,” ungkapnya.

Kemudian, yang selanjutnya pihaknya sudah berpikir untuk pecalang ini yang merupakan simbol daripada adat, agama, tradisi seni dan budaya Bali.

“Pikiran saya adalah kedepan ini, kami akan upayakan bagaimana caranya biar bisa memberikan insentif kepada pecalang. Sehingga betul-betul gerakan ngayah (kerja ikhlas) untuk masyarakat pribumi menjaga alamnya, budayanya dan manusianya ini, termasuk adatnya itu kuat saya kira itu,” ujarnya.

Pihaknya juga mengatakan, masih menunggu kepulangan Gubernur Bali I Wayan Koster dari Belanda untuk menyikapi secara resmi deklarasi DPD GRIB Jaya di Bali.

“Persoalannya ada dan tidak ada Itu bukan kewenangan saya. Tetapi saya tekankan sekali lagi kalau ormas luar akan menjaga Bali, saya kira saat ini tidak perlu,” ujarnya.

“Nanti kan kita koordinasi dengan bapak gubernur. Karena bapak gubernur hari ini kan akan balik dan beliau juga sudah menyatakan bahwa menolak,” ujarnya.

( kanalbali/KAD )

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.