Kapal Terdampar di Padang Bai Belum Bisa Dievakuasi

Kondisi Kapal KM Dharma Rucitra III di Pelabuhan Padangbai Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (13/6).(FOTO IST).

KARANGASEM- Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Subrata menerangkan, untuk Kapal KM Dharma Rucitra III yang nyaris tenggelam di Dermaga ll Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, sampai saat ini masih belum bisa dievakuasi. “Iya belum dievakuasi. Informasi dari pihak pelayaran (tim teksnisnya) sudah bergerak dari Surabaya,” kata Subrata, saat dihubungi, Sabtu (13/6) sore.

“Pertimbangannya, tadi menunggu teknisi dari tim Surabaya. Dikaji lagi untuk keamanan. Karena posisi kapal sudah dalam keadaan tenggelam dan miring itu di areal Dermaga ll,” imbuh Subrata.Ia juga menyebutkan, awalnya mau dievakuasi atau didorong dengan tugboat agar kapal itu bisa kepinggir. Sehingga aktivitas kapal bongkar muat bisa beraktivitas kembali dan akses di Dermaga l bisa lancar.

“Maunya kita, kapal seperti semula dan agak kepinggir didorong pakai tagboat. Sehingga, aktivitas untuk kapal bongkar muat akses ke Dermaga l jadi lancar. Tetapi, pertimbangan dari teknis dan kajiannya, iya memang harus ada tim teknisnya yang datang ke situ untuk keamanannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa untuk saat ini petugas masih berkonsentrasi untuk membersihkan tumpahan minyak dari kapal tersebut. Selain itu, di dalam kapal tersebut masih ada unit kendaraan berupa sepeda motor ada 8 unit, truk sedang 3 unit, truk besar 10 unit, kendaraan kecil 3 unit dan tronton 8 unit. “Muatan di dalam masih ada. Tadi dengan Pertamina yang punya tugboat dari Syahbandar koordinasi hanya bisa membersihkan minyak saja. Minyak yang tumpah di Pelabuhan,” ungkapnya.

Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa. Karena, kapal sebelum nyaris tenggelam para penumpang sudah dievakuasi semua. Kemudian, untuk penyebab kapal tersebut nyaris tenggelam masih tahap pemeriksaan. “Sementara masih pemeriksaan, penyebabnya belum tau pasti. arena kapal itu (sebelum nyaris) tenggelam sudah mengevakuasi orang secara keseluruhan,” ujar Subrata.

Seperti diberitakan, Kapal KM Dharma Rucitra III diduga mengalami kebocor pada bagian lambung hingga mengakibatkan kapal dalam posisi miring ketika tiba di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, pada pukul 21.50 Wita, Jumat (12/5) malam kemarin.

Kapal dengan bobot 1.444 gross ton itu berangkat dari Pelabuhan Lembar, Lombok pada Jumat (12/6) sekitar pukul 17.30 Wita. Berdasarkan laporan kronologis yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menyebutkan bahwa dugaan sementara kapal naas tersebut bocor kurang lebih pada pukul 21.20 Wita.

Saat melakukan manuver untuk sandar kapal tersebut mengalami kemiringan, kemudian air laut mulai masuk ke lambung kapal dan ketika hampir berhasil sandar kapal mengalami kegagalan mesin, sehingga lambung kapal menyentuh dasar dermaga dan miring ke sebelah kanan.( KAD )