PADA Senin , (15/106 2020), sebanyak 15 orang perwakilan 12 Puskesmas se-kabupaten Bangli yang tergabung dalam Forum Pengabdi Tenaga Kesehatan Bangli mendatangi Bupati Bangli, Made Gianyar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bangli.
Rombongan yang dipimpin oleh I Ketut Bawa Makmur Tama selaku Ketua Koordinatorditemui Bupati Made Gianyar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr I Nengah Nadi dan Kepala BKD dan Pengembangan SDM Bangli, Gede Arta.
Ketut Bawa Makmur Tama menyampaikan kondisi aktual Petugas Pengabdi Tenaga Kesehatan, yang jauh dari perhatian Pemerintah . Selama ini mereka tanpa kejelasan atas kondisi gaji, dan ketetapan status kerjanya, jauh panggang dari api. “Kami minta diberikan kesempatan untuk menjadi tenaga Kontrak Daerah dan harapan Pengabdi Tenaga Kesehatan untuk kejelasan status kepegawaian dan kesejahteraan,” jelasnya dalam rilis yang diterima redaksi.
Forum mendesakkan agar mendapatkan upaya proses penyelesaian sesegera mungkin. “Sebagai reward atas pengabdian yang selama ini telah mereka berikan,dengan massa pengabdian dari 3 tahun hingga 12 tahun,” tegasnya.
Di era Pandemi Covid 19 ini, mereka bekerja dengan resiko yang sangat tinggi, tanpa di gaji dan tidak memiliki jaminan sosial kesehatan . “Selama bertahun tahun kami mengabdi dengan ikhlas ,dan namun kami juga manusia dimana ada keluarga yg harus kami nafkahi untuk kehidupan yang layak “ujarnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Bupati Made Gianyar menyatakan siap mengakomodir harapan pengabdi tenaga Kesehatan untuk diangkat menjadi pegawai kontrak. Upah atau honor mereka nantinya disesuaikan dengan Upah Minimun Regional (UMR). Ada 107 orang tenaga Kesehatan pengabdi yang tersebar di seluruh kecamatan di Bangli dengan massa pengabdian dari 3 tahun hingga 12 tahun.
Lanjutnya, untuk pengangkatan pengabdi sebagai tenaga kontrak kegiatan, akan melalui pendataan ketat. Nantinya prosesnya melalui assesment oleh BKD. “Kami langsung perintahkan BKD untuk melakukan pendataan. Mereka yang diangkat sesuai dengan kinerja yang bersangkutan. Meski pengabdian baru sebentar namun betul-betul bekerja, bisa saja diangkat. Kalau pun pengabdian belasan tahun, tapi masuk jarang bisa saja dikalahkan oleh perawat yang massa pengabdian lebih sedikit,” ungkapnya.
Sinergi Kendalikan Inflasi Pangan, BI Bali Bagikan Bibit Cabai Lewat Tim Penggerak PPK Buleleng
Disinggung terkait kuota atau formasi pengangkatan, Bupati Made Gianyar tidak menyebutkan secara detail. Namun untuk pengangkatan harus disesuaikan dengan kinerja. Selain itu, melihat rasio, agar jangan sampai ada pustu (Puskesmas Pembantu) yang kosong. “Jangan sampai ada Pustu kosong, dan bila memungkinkan di Pustu ada bidan dan dibantu perawat,” sebutnya. Untuk proses pengangkatan akan ada rekomendasi dari kepala Puskesmas sebab, Kepala Puskesmas yang lebih tahu kinerja dari tenaga pengabdi selama ini. “Tentu harus dilandasi kejujuran sehingga usulannya sesuai kondisi, jangan sampai ada kebohongan,” tegas Made Gianyar. ( RLS )



