Merasa Jadi Korban, Wartawan Senior Ini Lapor ke Satgas Mafia Tanah

Agus Samijaya saat menyampaikan keterangan kepada wartawan - WIB

Wartawan senior Joko Sugianto, melalui kuasa hukumnya, Selasa siang (21/7), menyampaikan pengaduan atas kasus penyerobotan tanah ke Satuan Tugas Anti Mafia Tanah, di kanwil Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN).

“Ini bagian dari upaya kita selain melakukan pengaduan ke Polda atau Polresta, karena bedasarkan investigasi kami, ada indikasi campur tangan mafia tanah pada kasus ini,” ungkap Koordinator Tim Pengacara, Agus Samijaya, Selasa (21/7/2020).

Ia mengungkapkan, baik pihak Joko maupun Pujiama telah membawa bukti-bukti untuk memperkuat laporan ini. “Semua bukti yang berkaitan dengan jual beli hak atas tanah, surat kwitansi laporan polisi laporan pemeriksaan dan lain-lain semua kami serahkan,”ujarnya.

Menurut penuturannya, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kakanwil BPN, yang nantinya akan dilakukan pendalaman bagaimana penanganan teknis.”Nanti beliau bertemu dengan kita, dan menjelaskan teknisnya apakah akan ditangani langsung oleh Satgas atau justru bekerja sama dengan Polda Bali terhadap indikasi keterlibatan mafia tanah ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Bali, Rudi Rubijaya membenarkan adanya laporan itu. “Laporan telah diterima nanti secara teknis akan kami jelaskan pada pertemuan lebih lanjut,” katanya lewat telepon.

Pihak terkait diharapkan mampu membongkar kasus penyerobotan tanah sehingga semua akan terbuka dan transparan. “Semoga titik persoalannya ditemukan selain itu dapat menemukan penyelesaian siapa yang memang terbukti berhak atas tanah ini”tegasnya. “Ini juga bisa menjadi momentum bagi Satgas Anti Mafia Tanah untuk eksis di masyarakat, selama ini di Bali sering terjadi kasus semacam ini,” tegasnya.

Kasus yang dilaporkan sendiri berawal ketika Joko Sugianto membeli tanah kepada Pujiyama pada 2010. Namun dalam pada tahun 2019, ada pihak yang menunjukkan sertifikat bukti kepemilikan tanah dan meminta Joko Sugianto keluar dari rumah itu. Padahal Pujiyama menegaskan, tidak pernah menjual tanah kepada pihak lain. ( kanalbali/WIB )