Pedagang Pasar Tradisional di Bali Ikut Jaminan Sosial BP Jamsostek  

Pedagang Pasar Menerima Sosialisasi terkait BP Jamsostek/IST

DENPASAR – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Bali terus mendorong para pedagang yang termasuk pekerja rentan di sektor informal agar mendapatkan perlindungan dari program jaminan sosial ketenagakerjaan BP Jamsostek.

“Pedagang pasar tradisional sebagai pekerja rentan berpotensi mengalami kecelakaan kerja, sehingga diperlukan adanya jaminan sosial yang bisa diperoleh dengan menjadi anggota BP Jamsostek,” kata Ketua DPW Ikappi Bali Sudadi Murtadho, Sabtu, (4/12/2021).

Menurutnya terdapat 15 pasar di Denpasar yang mendaftar pedagangnya untuk menjadi anggota BP Jamsostek, yang terbaru saat ini terdapat 192 orang pedagang pasar tradisional di Pasar Subagan, Kabupaten Karangasem juga telah didaftarkan agar tercover Jaminan Sosial BP Jamsostek.

“Setelah pedagang pasar menjadi peserta BP Jamsostek, mereka tidak lagi perlu merasa khawatir saat akan berangkat maupun pulang dari bekerja, sebab ada Jaminan Sosial dari BP Jamsostek berupa Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian ,” sebutnya.

Kepala BP Jamsostek Cabang Bali-Denpasar Opik Taufik menuturkan, setelah menjadi peserta BP Jamsostek terdapat banyak manfaat Jamsostek yang dapat diterima, yakni untuk peserta yang cacat sebagian maupun cacat tetap, mendapat santunan Rp56 juta, dengan santunan berkala Rp12 juta.

Sedangkan kecelakaan kerja yang berakibat kematian, santunan sekaligus sebesar Rp 48 juta, santunan berkala Rp 12 juta dan biaya pemakaman Rp 10 juta. Selain itu program Jamsostek terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Mulai dari program JKK mengakibatkan peserta tidak mampu bekerja lagi, pada 12 bulan pertama mendapatkan santunan 100 persen dari jumlah upah yang diterima. Dalam bulan berikutnya mendapatkan 50 persen dari upah.Misal upah dasarnya Rp 1 juta, dan setiap bulan peserta hanya membayar iuran Rp 10.000 untuk sejumlah manfaat pada item jaminan kecelakaan kerja.

Selanjutnya untuk program Jaminan Kematian (JKM), iuran bulanan mencapai Rp 6.800. Dengan manfaat diterima meliputi, santunan kematian dan beasiswa pendidikan anak maksimal 2 orang anak. Jumlah santunan kematian di program JKM total Rp 42 juta terdiri dari, santunan kematian sekaligus Rp20 juta, santunan berkala Rp12 juta, dan biaya pemakaman Rp 10 juta.

Jaminan Hari Tua (JHT), lanjutnya, untuk iuran perbulannya senilai Rp20.000. Pada program ini peserta mendapat manfaat pengembalian iuran beserta hasil pengembangannya. Hasil pengembangan ini dihitung dari bunga yang rasionya diatas rata-rata deposito bank. Jika dilihat manfaat didapat peserta dari program BP Jamsostek tersebut setiap bulan total iuran sebesar Rp36.800. Jumlah ini dimasukkan dalam tabungan Rp 20.000 dan asuransi Rp 16.800.

“Masyarakat diimbau agar tidak ragu mendaftarkan dirinya, baik secara mandiri maupun secara kolektif dari tempatnya bekerja.Adapun melayani masyarakat, baik secara offline maupun online,” tambahnya (Kanalbali/LSU)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.