BULELENG, kanalbali.id – Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana melepasliarkan 23 penyu hijau yang hampir menjadi korban penyelundupan liar. Puluhan penyu hijau tersebut, dilepasliarkan Jumat (31/1) di Pantai Banyuwedang, Kecamatan Gerokgak.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali yang dihadiri langsung oleh Kepala Balai, Ratna Hendratmoko. Sebanyak 23 penyu hijau (Chelonia Mydas) dilepasliarkan pada pagi ini.
Sejumlah penyu tersebut merupakan hasil evakuasi dari upaya penyelundupan liar yang digagalkan. 22 penyu dievakuasi di Kabupaten Buleleng dan 1 lainnya dievakuasi oleh Polres Jembrana. 23 penyu yang dilepasliarkan hari ini, telah melalui proses rehabilitasi di penangkaran di Sumberkima. Dimana penyu hijau ini, merupakan satwa yang dilindungi.
BACA JUGA: Layanan PBG di Buleleng Dipastikan cepat dan Gratis
PJ Bupati Lihadnyana, menyampaikan pelepasliaran ini merupakan salah satu upaya wujud nyata dari implementasi nilai-nilai Sad Kerthi khususnya Segara Kerthi. Terlebih, pantai pasir putih di Kecamatan Gerokgak dinilai sangat sesuai sebagai habitat penyu hijau.
Dirinya mengucapkan terimakasih atas kerjasama baik yang terjalin, sehingga bisa menggagalkan upaya penyelundupan liar penyu hijau di Kabupaten Buleleng.
“Kita ucapkan terimakasih atas Kerjasama yang baik BKSDA Bali, para penegak hukum , dan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian alam disini. Khususnya menjaga spesies penyu hijau yang ada di pasir putih Pantai Banyuwedang Desa Pejarakan in,” ungkapnya
Lebih lanjut, Lihadnyana menjelaskan bahwa spesies penyu hijau sendiri merupakan hewan yang disucikan atau disakralkan di Pulau Bali. Dimana, penyu hijau merupakan visualisasi dari Bedawang Nala, atau figur mitologi Bali yang melambangkan penjagaan keseimbangan alam.
Demikian, ia kembali menekankan semua pihak khususnya masyarakat sekitar untuk menjaga alam sekitar sehingga habitat dari penyu hijau tetap terjaga.
“Keberlanjutan bisa dilaksanakan Ketika semua pihak berkontribusi. Dimana masyarakat harus ikut terlibat memelihara lingkungan. Karena ekosistem rusak, penyu hijau bisa saja pindah tempat. Kita menjaga alam, alam pasti menjaga kita,” tegasnya. ( kanalbali/RLS )



Only wanna comment that you have a very nice internet site, I enjoy the design it actually stands out.
Aw, this was a really nice post. In thought I would like to put in writing like this moreover – taking time and actual effort to make an excellent article… however what can I say… I procrastinate alot and under no circumstances seem to get one thing done.
I have noticed that over the course of constructing a relationship with real estate proprietors, you’ll be able to get them to understand that, in each and every real estate transaction, a commission amount is paid. All things considered, FSBO sellers tend not to “save” the payment. Rather, they fight to win the commission by doing a strong agent’s work. In doing this, they devote their money and also time to conduct, as best they will, the obligations of an agent. Those assignments include displaying the home via marketing, introducing the home to prospective buyers, developing a sense of buyer emergency in order to induce an offer, preparing home inspections, managing qualification inspections with the loan company, supervising maintenance tasks, and assisting the closing.