Seorang Mahasiswi Unud Lapor Jadi Korban Pelecehan Seksual

Ilustrasi

DENPASAR – Seorang mahasiswi Universitas Udayana, Bali, melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual oleh temannya sendiri. Laporan itu diterima oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (UNUD) Bali.

Adanya peristiwa itu kemudian diunggah di akun Instagram BEM Unud. “Kronologis kami dapatkan dari korban. Nah, kebetulan kami cari pelakunya dan pelaku merupakan anggota BEM Fakultas. Kemarin sudah bertemu dan menghadirkan pelakunya, dan pelaku mengakui kejadiannya itu,” kata Ketua BEM UNUD, Muhammad Novriansyah saat dihubungi, Kamis (16/12).

Karena, kejadian pelecehan seksual itu korban merasa trauma dan takut bertemu orang banyak dan saat ini telah dilakukan pendampingan untuk pemulihan psikologis korban.

“Korban masih trauma, ada dari anggota perempuan BEM mendampingi dan saat ini sedang cari psikiater,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, bahwa kasus tersebut terjadi pada Jumat (10/12) malam lalu. Saat itu, ada acara kampus di sebuah gedung dekat Lapangan Lumintang, Denpasar dan keduanya berangkat bersama ke tempat acara dan acara baru selesai sekitar pukul 22.00 Wita malam.

Selanjutnya, korban meminta untuk diantarkan pulang. Namun pelaku mengulur waktu karena masih menyelesaikan suatu pekerjaan di acara tersebut. Lalu, menjelang dini hari, pelaku baru tiba di parkiran dan mengeluh kelelahan lalu pelaku mengajak korban untuk istirahat sejenak di rumahnya tetapi korban menolak.

Instagram BEM Udayana – secreenshot

Kejadian di Atas Motor

Kemudian, korban lantas menawarkan diri untuk memboncengnya dan keduanya pulang dengan satu motor yang sama. Tetapi, di tengah perjalanan, pelaku mulai melakukan pelecehan. Ia meraba dan memegang bagian-bagian vital korban dari belakang.

Lewat tindakan pelaku, korban ketakutan lalu memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dan sempat berpikir untuk menabrakkan diri ke trotoar. “Korban sempat kecepatan 100 km dan hendak menabrakan diri karena takut. Tapi diurungkan karena mikir ke depannya bagaimana biaya perawatan dan perbaikan,” ungkapnya.

Selain itu, pelaku melakukan hal tersebut berulang-ulang ketika jalanan sepi dan ketika jalanan ramai, pelaku menjauh. “Ketika sepi menggerakkan tangannya lagi dan pelaku ketika ramai biasa,” ujarnya.

Mengenai kejadian itu, korban meminta pelaku dihukum secara akademik dan dikeluarkan tak hormat dari BEM Fakultas dan Gerakan Udayana Mengajar dan pelaporan ke polisi, BEM Unud masih menunggu kesediaan korban. “Sudah dilaporkan ke rektorat dan dekan. Kami nanya korban dulu apakah mau ke polisi,” ujarnya.

Respons Rektorat Unud: Proses di Komisi Etik

Pihak Rektorat Universitas Udayana (Unud) Bali merespons cepat kasus pelecehan seksual yang dilaporkan dialami oleh seorang mahasiswa di kampus itu oleh rekannya sendiri.

“Wakil Rektor III telah diminta untuk berkoordinasi dengan dekan Fakultas guna memproses kasus itu di komisi etik,” kata Juru Bicara Rektorat Unud, Senja Pratiwi, Kamis (16/12/2021).

Sebelumnya, pihak Unud juga telah merespons unggahan BEM Udayana terkait kasus itu. “Terima kasih atas informasi yang telah diunggah. Dalam hal ini, patut kami informasikan bahwa isu mengenai dugaan terjadinya kekerasaan seksual tersebut telah mendapat respon dari pihak otoritas kampus. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait,” begitu tanggapannya.

“Kami berkomitmen, fakta atas peristiwa ini dapat segera diungkap dan selanjutnya dapat ditentukan upaya penyelesaian yang tepat untuk terduga pelaku dan korban. Kami mohon agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” tambah mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang mahasiswi Universitas Udayana, Bali, melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual oleh temannya sendiri. Laporan itu diterima oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (UNUD) Bali. Laporan itu kemudian diunggah oleh akun instagram BEM Udayana. (Kanalbali/KAD/RFH)