DENPASAR, kanalali.id – Tim SAR Bali masih melakukan pencarian kepada dua Warga Negara Asing (WNA) yang terseret arus di pantai, yaitu turis asal India bernama Nilesh Mukhi (59) dan Laidley Craig Stewart (56) asal Australia.
Kedua korban terseret arus dia dua tempat yang berbeda pada Rabu (16/10) kemarin.
Untuk turis bernama Nilesh Mukhi diketahui terseret arus di Pantai Billabong, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Rabu (16/10) kemarin, sekitar pukul 10.50 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menerangkan pencarian lanjutan sudah dilaksanakan dengan pengerahan alat utama SAR dan area pencarian yang lebih luas.
“Pencarian akan diperluas sesuai dengan rencana operasi SAR dengan mempertimbangkan arah arus, cuaca dan angin,” kata Sidakarya, Kamis (17/10).
Sementara, dari informasi yang dihimpun di lokasi, kejadian bermula ketika korban Nilesh Mukhi berada di atas tebing untuk menikmati pemandangan bersama wisatawan lainnya, dan tiba- tiba ombak besar datang menghatam tubuh korban. Akibatnya, korban tergulung ombak dan tenggelam.
Cakra Negara selaku Koordinator Pos Unit Siaga Basarnas Nusa Penida, menerangkan sesaat setelah menerima informasi, pos unit siaga langsung mengerahkan personil untuk melaksanakan upaya pencarian.
“Pencarian kita laksanakan dengan mengerahkan satu unit rigid inflatable boat (RIB), pencarian juga melibatkan unsur SAR gabungan lainnya,” ujarnya.
Upaya pencarian menggunakan rigid inflatbel boat dilakukan sebanyak tiga sorti sesuai dengan rencana operasi pencarian dan pertolongan,”Jadi pencarian kita pusatkan di area jatuhnya korban,” ujarnya.
Kemudian, Tim SAR gabungan juga masih melaksanakan pencarian kepada korban Laidley Craig Stewart yang terseret arus di Pantai Balian, Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Kamis (17/10).
Informasi pertama kali diperoleh dari Polsek Selemedeg Barat, pada Rabu, (16/10) sekitar pukul 19.40 WITA.
“Semalam tim kami berupaya mencari korban dengan penyisiran darat dan hari ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkatkan 10 orang dengan pembagian search and rescue unit (SRU) darat dan laut,” ujar Sidakarya.
Ia juga menyampaikan, tim SAR gabungan terbagi menjadi 2 SRU yang melaksanakan penyisiran di laut dengan menggunakan rubber boat dan SRU lainnya melaksanakan penyisiran di sepanjang pesisir pantai. Sesuai perhitungan, hari ini penyisiran akan dilaksanakan dengan metode pararel search dan luas areanya kurang lebih 6 Nm2, dari arah timur ke barat dari lokasi korban tenggelam.
Sampai dengan saat ini operasi SAR masih berlangsung dan belum bisa menemukan keberadaan korban. “informasi dari tim di lokasi bahwa kondisi ombak ekstrim dan sementara pencarian dilaksanakan oleh SRU darat,” tutup Sidakarya. (kanalbali/KAD)
Waspadai Perangkap Hoaks di Ruang Digital



Be the first to comment