BADUNG, kanalbali.id– Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menutup resmi posko terpadu, setelah berakhirnya periode pengelolaan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pada Senin (5/1).
Selama 21 hari Posko Nataru Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung dari tanggal 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tercatat 1,4 juta lebih penumpang dilayani.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat melayani 1.483.824 penumpang. Pergerakan tersebut didominasi oleh penumpang internasional sebanyak 877.876 orang atau sekitar 59 persen dari total penumpang, sedangkan penumpang domestik mencapai 605.948 orang atau 41 persen,” kata Nugroho Jati selaku General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (5/12).
Kemudian, dari catatan trafik penerbangan, selama posko terdapat 9.113 pergerakan pesawat yang didominasi layanan penerbangan internasional, yakni sebesar 52 persen atau sebanyak 4.718 pergerakan pesawat. Sisanya 4.395 pergerakan pesawat melayani penerbangan rute domestik.
Berdasarkan data tersebut, maka selama periode posko rata-rata melayani 70.658 pergerakan penumpang per hari, dengan puncak arus libur mencapai 83.512 penumpang yang terjadi pada 28 Desember 2025. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada 2 Januari 2026 yakni sebanyak 77.367 penumpang.
Kemudian, untuk tingkat kepadatan di area sisi udara tergambarkan dengan meningkatkan trafik penerbangan dimana tercatat rata-rata 434 pergerakan pesawat per hari atau sama dengan 18 proses lepas landas dan mendarat dalam waktu satu jam.
Selain itu, rata-rata per hari trafik sepanjang tahun 2025 terdiri atas 66.096 pergerakan penumpang dan 393 pergerakan pesawat.
“Sehingga dapat disimpulkan lonjakan trafik di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama Posko Nataru berada di kisaran 7 sampai 10 persen,” imbuhnya.
Peningkatan pergerakan penumpang dan lalu lintas penerbangan tersebut dikelola melalui penguatan di seluruh lini pelayanan dan memastikan terpenuhinya aspek keamanan serta keselamatan dengan mematuhi atau comply terhadap regulasi yang berlaku.
Nugroho menyampaikan, bahwa posko terpadu berperan penting dalam menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan trafik.
“Di tengah peningkatan trafik, fokus kami tetap pada pengalaman penumpang. Kami berupaya memastikan seluruh proses perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan seamless melalui penguatan layanan, kesiapan fasilitas, kecakapann personel dalam melayani penumpang, serta sinergi secara intensif antar instansi dan mitra layanan di bandara,” ujarnya. (kanalbali/RLS)


