Pentingnya Awasi Penggunaan Internet pada Anak dan Remaja

pixabay by nmiranda

MEDIA sosial adalah media yang berupa situs dan aplikasi yang melibatkan teknologi berbasis internet. Media berbasis teknologi internet ini mendorong dan memungkinkan penggunaannya saling terhubung dengan siapa saja bagi orang-orang terdekat hingga orang asing yang tidak pernah dikenal sebelumnya.

Menurut Carlos Teles Direktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Belun Diak dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo dan Siberkreasi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa 12 Oktober 2021, pesatnya media sosial tak hanya terjadi di kota besar tetapi juga di daerah seperti di Belu.

“Realitanya anak-anak atau remaja itu sendiri sudah marak menggunakan media sosial. Yang paling sering digunakan di wilayah perbatasan di Kabupaten Belu ini adalah Facebook. Jadi Facebook ini hampir seluruh remaja seluruh remaja menggunakan Facebook dan memang di dalam aturan Facebook sendiri tidak dipergunakan tidak digunakan oleh anak-anak dibawah 13 tahun,” ujar Carlos dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.

Meski ada aturan soal batasan umur pengguna Facebook tetapi kita sendiri tidak tahu bahkan anak-anak dibawah 13 tahun bisa menggunakan Facebook juga dengan berbagai cara.

“Kalau seandainya kita semua orang tua itu tidak waspada tentang hal-hal seperti ini maka ada dampak positifnya dan ada juga dampak negatifnya. Lebih-lebih ketika kita orang-orang tua sendiri tidak mengawasi dengan baik anak-anak kita,” imbuhnya lagi.

Ditambahkannya juga selain Facebook, medsos lain yang kerap digunakan di Belu adalah WhatsApp, Instagram, Google, YouTube dan BBM. Dikatakan juga oleh Carlos, biasanya anak-anak mengakses medsos dari rumah dan sekolah juga di tempat lain. Memang posisi saat ini, anak-anak menggunakan internet untuk daring pembelajaran jarak jauh sehingga kita juga tidak bisa membatasinya.

Pakar Bagikan Tips Cara Mendapatkan Hal Baik di Internet

“Karenanya harus ditanamkan bagaimana memberikan pemahaman yang baik kepada anak-anak bagaimana bermedia sosial yang baik,” tuturnya.

Sedangkan di tempat lain juga berbahaya kalau tidak ada yang mengawasi karena biasanya di tempat lain ini termasuk tempat anak-anak bersosialisasi atau nongkrong sesame teman.  “Ketika semua remaja itu berkumpul lalu mereka juga saling berkomunikasi tentang hal-hal positif dan hal-hal negatif itu juga kalau orang tua tidak mengawasi dengan baik maka lingkungan lingkungan sekitar dengan teman-teman akan membawakan dampak-dampak yang sangat kurang bagus untuk anak bermedia sosial dengan baik,” tambahnya.

Tetapi saat ini kami orang tua sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena baik di sekolah maupun di rumah lalu di tempat lain haruskan anak-anak itu bermedia sosial sehingga ketika kita tidak mengerti dengan baik atau otomatis mereka juga akan mengakses hal-hal yang berbau pornografi dan lain sebagainya. Lagian juga dapat mengakibatkan anak-anak itu bermental yang buruk dan juga bisa meneruskan hoax dan lain sebagainya.

Selain Carlos pembicara lainnya adalah Alex Iskandar Managing Director IMFocus Digital Consultant, Fajar Sidik ZInester dan Podcaster dan Marizka Juwita sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.