Tanpa Literasi, Media Sosial Bisa Membuat Seseorang Rentan Terpapar Pengaruh Buruk  

ilustrasi media sosial - pixabay

KEHADIRAN  media sosial membuat masyarakat memiliki wadah untuk berkreasi. Media sosial seperti Whatsapp, Instagram, Youtube, Twitter, Instagram, Facebook, dan Tik Tok menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Lewat smartphone, masyarakat sudah bisa mengakses media sosial tersebut. Di tengah kemudahan itu, masyarakat juga perlu menyadari bahwa media sosial juga punya dampak positif dan negatif. Dampak tersebut dipaparkan Ukki Anditia, Account Manager Digital Agency dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Jayapura, Kamis (17/6/2021). Uki memaparkan paling tidak ada empat dampak positif dan lima dampak negatif dari media sosial.

“Pertama, pergaulan kita menjadi sangat luas. Sebelum ada internet, kita berteman dengan orang-orang yang kita pernah temui secara fisik. Sekarang, itu sangat berbeda. Hanya dengan menekan beberapa tombol, kita sudah bisa menambah teman. Ini akan sangat berguna untuk menambah misalkan relasi bisnis,” kata Ukki.

“Itu sangat menghilangkan jurang jarak dan waktu. Kita bisa berinteraksi dengan orang yang berada di belahan dunia lain. Dampak positif lainnya adalah, ini menjadi media alternatif untuk mengekspresikan diri. Dengan adanya social media, tanpa kita sadari, banyak orang yang punya sesuatu untuk dibagikan ke masyarakat luas. Terakhir adalah penyebaran informasi berlangsung secara cepat dan lebih murah,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, untuk dampak negatif, Ukki menyebutkan antara lain media sosial bisa menjauhkan seseorang dari orang-orang yang sudah dekat. Selain itu, seseorang juga bisa menjadi kecanduan internet. Tidak jarang pula, media sosial menimbulkan konflik dan perpecahan.

Masalah privasi juga bisa menjadi salah satu dampak negatif dari media sosial. Terakhir, Uki menyebutkan media sosial membuat seseorang rentan terpapar pengaruh buruk dari orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Jayapura , Papua, Kamis (17/6/2021) menghadirkan pembicara Ukki Anditia (Account Manager Digital Agency), Nanette Jacobus (Account Manager Frente Indonesia), Umbu Billy (CEO Sumba TV), Yulita M. Pakereng (Ketua LPPM Unkriswina Sumba), Ainun Auliah (Key Opinion Leader), dan Eddie Bingky (Moderator).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. (kanalbali/RLS)

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.