Akademisi Unud Ajak Olah Minyak Jelantah Jadi Aromaterapi dan Sabun

DENPASAR, kanalbali.id – Serangkaian program Banjar Creative Space (BCS), akademisi Fakultas Teknologi Pertanian Unud Dr. Dewa Ayu Anom Yuarini, S.TP., M.Agb turut berpartisipasi sebagai trainer.

Dosen dengan riset disertasi minyak jelantah ini menularkan cara memurnikan minyak jelantah dan dilanjutkan dengan proses produksi lilin aromaterapi dan sabun padat.

“Kami juga membeikan edukasi tentang cara penggunaan minyak goreng yang benar yaitu maksimal 3 kali penggorengan,” kata Anom Yuarini saat memulai kegiatan ini di Banjar Taman Kelod, Ubud yaitu pada Minggu 27 Februari 2022.

Karena alasan berhemat banyak masyarakat yang mengoplos sendiri minyak gorengnya, yaitu dengan menampung minyak sisa menggoreng dan akan dipakai berulang pada penggorengan berikutnya dengan menambahkan minyak baru.

Tentu kebiasaan ini tidak bagus untuk kesehatan jangka panjang dari masyarakat, karena minyak jelantah mengandung radikal bebas yang bersifat karsinogenik. Mengkonsumsi minyak jelantah dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, kolesterol, kanker dan obesitas.

Ditegaskan bahwa pemurnian minyak jelantah disini bukan untuk konsumsi lagi namun digunakan untuk produksi produk non pangan.
Banyak inovasi produk yang bisa dibuat dengan bahan dasar minyak jelantah seperti lilin, sabun padat, sabun cair, pembersih lantai, dan biodiesel.

Kegiatan ini dimulai dari Banjar Taman Kelod, Ubud yaitu pada Minggu 27 Februari 2022, dan berlanjut ke banjar-banjar berikutnya di seluruh Bali dalam rangkaian kegiatan “Banjar Creative Space” yang diinisiasi oleh BITHUB, Kementrian BUMN dan didanai oleh CSR TSJL Pertamina. (kanalbali/RLS)

Berita ini hasil kerjasama dengan www.unud.ac.id

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.