NUSA PENIDA, kanalbali.id – Untuk menginspirasi masyarakat agar bersama-sama mencegah stunting, Tim KKN-PPM UGM Nusa Penida bersama Puskesmas Nusa Penida 3 melakukan kunjungan ke SMP Satu Atap 1 Batukandik dan SMP Satu Atap 2 Batukandik.
Kegiatan pada bulan Juli 2023 itu adalah untuk melakukan intervensi gizi dengan menyelenggarakan sarapan bersama, membagikan tablet tambah darah bagi remaja putri, dan penyuluhan Aksi Bergizi dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Stunting didefinisikan apabila panjang atau tinggi badan anak terhadap usia kurang dari -2 standar deviasi menurut kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO). Hal ini terjadi karena adanya masalah gizi kronis akibat asupan gizi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang yang terjadi dalam waktu yang lama yaitu 1000 hari pertama kehidupan.
Stunting merupakan permasalah global yang sedang dialami di beberapa negara termasuk Indonesia. Presiden Joko Widodo selalu menekankan target penurunan angka stunting di Indonesia menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.
Menurut data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2022, prevalensi stunting ada di angka 21.6% turun 2.8% dari angka tahun 2021 sebesar 24.4%. Namun, hal ini masih menjadi tantangan bagi Indonesia karena masih perlu menurunkan prevalensi stunting sebanyak 7.6% dengan sisa waktu akhir masa RPJMN 2020-2024 yang semakin singkat.

Stunting sangat berhubungan dengan anemia. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh seseorang mengalami penurunan atau jumlah sel darah merah yang ada di dalam tubuh berada di bawah batas normal (Kemenkes RI, 2023).
Anemia dapat terjadi pada semua siklus kehidupan, bahkan mulai dari usia remaja. Kekurangan zat besi menyebabkan tergganggunya pembentukan hemoglobin dan hal ini menjadi salah satu penyebab anemia terbanyak pada remaja Indonesia. Padahal remaja khususnya remaja putri nantinya akan menjadi calon ibu.
Remaja putri yang mengalami anemia berisiko menjadi wanita usia subur yang anemia kemudian menjadi ibu hamil anemia, bahkan juga mengalami kurang energi protein. Kemungkinan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting dan mengalami komplikasi selama kehamilan semakin meningkat.
Untuk mencegahnya, beberapa upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi isu stunting. Adapun salah satu layanan intervensi gizi spesifik yaitu remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Pemberian TTD pada remaja putri bersama edukasi dan promosi gizi seimbang serta fortifikasi zat besi pada bahan makanan diharapkan dapat mengurangi prevalensi anemia pada remaja Indonesia. Secara nasional pada akhir 2024, targetnya 58 persen minimal remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah di Indonesia.
Selain itu, Aksi Bergizi merupakan bentuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Sekolah yang digaungkan oleh Kemenkes RI sebagai wujud menjaga asupan gizi seimbang bagi remaja, khususnya remaja putri untuk pencegahan stunting.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan penyuluhan Aksi Bergizi, perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi pembiasaan aktivitas fisik, dan praktik cuci tangan dari Tim Kuliah Kerja Nyata – Program Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Nusa Penida.
Kemudian, dilanjutkan dengan sarapan bersama seluruh siswa SMP dan selanjutnya konsumsi tablet tambah darah serentak oleh siswa putri. Pada kegiatan ini, juga dilakukan pembentukan kader dari tiap kelas untuk mengingatkan siswa putri lainnya agar konsumsi tablet tambah darah tiap minggu.
Harapannya, Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Desa Batukandik dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswi dalam membiasakan konsumsi tablet tambah darah, konsumsi gizi seimbang, dan aktivitas fisik bagi anak sekolah.
Mahasiswa KKN-PPM UGM telah berkontribusi dalam kegiatan Aksi Bergizi untuk mengubah perilaku remaja dan masyarakat untuk mencegah dan mengurangi stunting. Hal ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi Indonesia di masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi pengalaman dan bekal mahasiswa KKN-PPM UGM sebagai generasi masa depan dan agen perubahan agar nantinya dapat mengenali permasalahan dan membuat aksi solutif untuk meningkatkan taraf kesehatan dari tingkat komunitas hingga nasional maupun global.
Semoga aksi ini bisa menginspirasi pemuda lainnya untuk bisa sama-sama membuat perubahan baik untuk Indonesia Emas 2045.
Tentang Penulis:
Sekar Putri Andriani S.Ked ialah seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan kedokteran tingkat klinik di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sekar sudah memiliki beberapa pengalaman dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan aktivis NGO yang bergerak pada kesehatan masyarakat seperti stunting, kesehatan ibu hamil, dan lainnya. Sekar tergabung dalam KKN-PPM UGM Nusa Penida untuk periode Juni-Agustus 2023.



Be the first to comment