DENPASAR, kanalbali.id – Mencuatnya kasus pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan adanya pelaporan ke Polresta Denpasar telah menyeret nama ITB STIKOM Bali.
Terhadap hal itu, pihak ITB STIKOM Bali menyampaikan klarifikasi bahwa posisinya hanya sebagai fasilitator. “Sekitar 3 tahun lalu, setelah kami nilai berhasil mengadakan kuliah sambil magang di luar negeri yakni Jepang dan Taiwan, maka kami ingin mengembangkan program berikutnya yakni kuliah sambil kerja di luar negeri,” kata Rektor ITB STIKOM Bali,Dr. Dadang Hermawan, Sabtu (15/5/2025).
Salah satu alasan dasarnya adalah membantu para Pekerja Migran agar selain mendapat dana dan pengalaman juga dapat gelar untuk masa depannya.
Robot Kendang Ayam Otomatis dari Tim FT Unud Menangi Politeknik Negeri Bali Robot Competition
Kemudian lewat PT Widya Dharma Sidhi salah satu perusahaan dibawah STIKOM Bali Group menjalin kerjasama dengan salah satu Perusahaan Pengiriman PMI (P3MI) resmi yakni PT RA yang berkedudukan di Jakarta.
BACA JUGA: Film ROOTS Kritisi Pariwisata Bali, Popo Danes Sebut Kesempatan Berefleksi
Rektor Unud Buat Tim Khusus Jaring Siswa Berprestasi dari Tingkat Nasional hingga Internasional
Kerjasama tersebut dibatasi pada Pemberian Dana Talangan bagi Mahasiwa ITB STIKOM Bali yang akan berangkat ke luar negeri. Posisi ITB STIKOM Bali adalah Perguruan Tinggi tempat kuliah Mahasiwa calon PMI dan PMI yang bekerja di luar negeri.
“Dana talangan akan diberikan kepada mahasiswa ITB STIKOM Bali yang akan berangkat ke Luar Negeri melalui PT Widya Dharma Sidhi,” jelasnya.
Untuk menjalankan program kerjasama di atas PT RA mengangkat Sdr. AW sebagai staf Operasional PT RA. Tugas sdr. AW adalah melakukan proses rekruitmen calon peserta program dengan berbagai persyaratan termasuk jumlah dan biaya yang harus dipenuhi oleh para calon PMI.
Jumlah calon PMI yang telah direkrut oleh Sdr. AW sebanyak 22 orang. Dari 22 orang calon PMI tersebut yang telah berhasil diberangkatkan ke Luar negeri sebanyak 2 orang. Selebihnya ada yang mengundurkan diri (dananya minta direfund) dan ada yang menunggu proses keberangkatan ke Luar Negeri.
Dana yang disetorkan oleh para calon PMI terdapat 2 jenis yaitu untuk Biaya Pendidikan di ITB STIKOM Bali dan untuk biaya keberangkatan ke luar negeri yang difasilitasi oleh PT RA melalui Sdr. AW .
Dari jumlah dana yang telah diterima di rekening pribadi AW tersebut ada sebagian besar telah disetor ke PT RA untuk biaya pemberangkatan calon PMI/mahasiswa tersebut ke luar negeri.
Beberapa diantara calon PMI tersebut yang tidak mau menunggu waktu keberangkatan dan meminta refund (uangnya dikembalikan). Terdapat 6 orang telah selesai direfund dananya.
Menurut sdr. AW, pelapor memang terus menanyakan kapan berangkat dan terakhir dijanjikan oleh PT RA lewat AW sekitar bulan Juli 2025 ini visanya keluar.
“Perkembangan terakhir yang disampaikan oleh sdr. AW, telah melakukan mediasi dengan pelapor untuk diselesaikan proses refundnya,” jelasnya. ( kanalbali / RLS/ RFH)



Be the first to comment