DENPASAR – Bagi warga kota Denpasar , nama I Gusti Ngurah Gede bukanlah figur yang asing. Kiprahnya melalui PDI Perjuangan telah mengantarnya menjadi Ketua DPRD Denpasar sejak 2010.
Dunia politik adalah dunia yang dekat dengan dirinya karena aktivitas keluarganya sebagai simpatisan kaum marhaen meski ia sendiri baru benar-benar terjun pada 2003. “Bagi saya, politik itu jalan pengabdian,” katanya dalam wawancara awal tahun, Kamis (2/1).
Alumni FH Universitas Warmadewa ini pada 2004 dia dipilih sebagai Ketua Ranting PDIP Desa Kesiman Petilan, berlanjut pada 2005 menjadi Ketua PAC PDIP Denpasar Timur. Kemudian, pada 2010 terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan dan terus dipilih untuk berada di posisi itu hingga saat ini.
Mengenai kota Denpasar, dia berharap nantinya akan tetap terjaga keharmonisannya sebagai kota yang modern namun tetap bercirikan budaya Bali. Selain itu, pemberdayaan masyarakat menjadi hal yang penting dalam menghadapi situasi kehidupan yang kian kompetitif. “Khususnya anak-anak muda yang harus lebih kreatif lagi dalam memanfaatkan teknologi,” katanya.
Tahun 2020 bakal menjadi tahun kompetisi politik lewat Pilkada 2020, termasuk di Denpasar. Menghadapi ajang itu, sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan, maupun sebagai tokoh yang dijagokan akan ikut bertarung, ia menyatakan optimismenya.

“Saat ini PDIP di Denpasar sangat solid. Terbukti dalam Pemilu Legistatif 2019, jumlah kursinya naik jadi 22 kursi,” tegasnya, Kamis (2/1). Hal itu menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat Denpasar sehingga bisa menjadi modal dalam Pilkada nanti.
Optimisme tokoh kelahiran 16 April 1962 itu juga didukung oleh keberadaan calon Walikota yang akan diusung oleh partai ini, yakni IGN Jaya Negara. Menurutnya, figur tersebut sudah sangat dikenal dan akan menjamin keberlanjutan program-program Pemerintah Kota Denpasar yang selama ini sudah dirasakan manfaatnya.
Mengenai posisi dirinya sebagai bakal calon Wakil Walikota Denpasar, dia menyebut masih menunggu rekomendasi yang kini tengah diproses di internal partai. Namun melihat menguatnya dukungan dari bawah, ia yakin DPP PDIP akan mempertimbangkan hal tersebut.
Ditanya mengapa tertarik untuk berkiprah di pemerintahan setelah sekian lama di legistatif, Ngurah Gede menyebut, dirinya ingin memperluas kiprah pengabdiannya. “Kalau di eksekutif itu fokusnya langsung menangani permasalahan yang ada di masyarakat, kalau di legistatif lebih ke perencanaan dan pengawasan,” jelasnya. (***)


