Minikino Film Week 11 (MFW11), yang akan berlangsung pada 12–19 September 2025 di berbagai titik di Bali, kembali menghadirkan Short Film Market edisi ketujuh bersama sejumlah inisiatif kolaborasi internasional.
Program-program ini menegaskan posisi festival sebagai ruang pertemuan pembuat film, komunitas, dan profesional industri untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, dan membuka peluang baru dalam ekosistem film pendek.
Edo Wulia, Direktur Festival MFW11, menegaskan bahwa kolaborasi lintas batas adalah bagian penting dari napas festival.
“Film pendek adalah jembatan yang mampu melintasi bahasa dan budaya, sekaligus mempertemukan pembuat film, penonton, dan komunitas dalam ruang yang sama. Inilah mengapa program seperti Short Film Market dan kolaborasi internasional sangat penting: ia membuka percakapan lintas batas yang memperkaya semua pihak,” ujarnya.
Putu Wulandari Dyana Putri, Koordinator Short Film Market MFW11, juga menyoroti bagaimana pertemuan-pertemuan ini mendorong kolaborasi dan membuka peluang baru: “Short Film Market adalah tempat bertemunya pembuat film dan profesional untuk berbagi pengalaman dan menemukan peluang kerja sama.”
Semangat kolaborasi ini semakin ditegaskan lewat kemitraan MFW11 dengan Glasgow Short Film Festival (GSFF), melalui Bali-Glasgow Filmmaker & Programme Exchange yang didukung oleh British Council – Connections Through Culture.
Filmmaker asal Skotlandia, Holly Parnell, dan Direktur GSFF, Matt Lloyd, akan hadir di Bali untuk mengembangkan proyek film terbaru mereka.
Sebaliknya, filmmaker Indonesia Haris Yuliyanto dan Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi, telah lebih dahulu mewakili Bali dalam kunjungan ke GSFF pada Maret lalu. Sebagai bagian dari pertukaran program, GSFF juga menghadirkan program film pendek bertajuk “Whatever It Takes”, yang akan tayang perdana di Bali.
Selain GSFF, kolaborasi lintas batas juga diwujudkan melalui Shorts Up 2025, program inkubasi film pendek yang mempersiapkan lahirnya pembuat film generasi baru di Indonesia.
Program ini pertama kali digagas oleh Minikino pada 2024 dengan dukungan penuh MTN (Manajemen Talenta Nasional) Seni Budaya dan kini bekerja sama juga dengan Purin Film Fund (Thailand). Shorts Up sebagai program pengembangan talenta nasional di bidang film pendek selaras dengan tujuan MTN Seni Budaya untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan.
Empat kelompok pembuat film muda terpilih menjalani proses mentoring intensif sejak Juni dan akan mempresentasikan proyek film mereka di MFW11. Program ini telah menjadi batu pijakan penting untuk menyiapkan generasi baru pembuat film yang siap terhubung dengan ekosistem global.
Selain itu, MFW11 juga menghadirkan program tamu internasional dari berbagai kawasan dunia, menegaskan peran festival sebagai simpul jejaring global film pendek.
Tahun ini, audiens dapat menikmati program dari South East Asia Network, serta kurasi khusus dari Lithuania, Jepang, Kanada, dan Korea Selatan. Dalam kerangka kerja sama jangka panjang, MFW11 juga menjalin kemitraan dengan Vilnius Short Film Festival (Lithuania) yang akan berlangsung pada Januari 2025, serta dengan Gwangju Women’s Film Festival (Korea Selatan) yang dijadwalkan pada November 2025.
Setiap program membawa perspektif budaya yang berbeda, sekaligus membuka kesempatan bagi penonton untuk memahami keragaman praktik sinema pendek di tingkat internasional.
Di sinilah konteks strategi jangka panjang Minikino dan Yayasan Kino Media mengambil peran. I Made Suarbawa, Ketua Yayasan Kino Media, menegaskan pentingnya kemitraan internasional sebagai pondasi keberlanjutan ekosistem film pendek Indonesia:
“Melalui Short Film Market dan kemitraan global seperti GSFF dan Purin Film Fund, kami membangun ruang di mana pembuat film lokal dan internasional bisa saling belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Strategi ini bukan hanya membuka akses ke jejaring yang lebih luas, tetapi juga memperkuat posisi Bali dan Indonesia di peta film pendek dunia,” ujarnya.
Bagi Minikino, festival ini bukan hanya tentang menayangkan film, melainkan juga tentang membangun percakapan kolektif. Dari Short Film Market hingga Shorts Up dan program tamu internasional, MFW11 memosisikan dirinya sebagai ruang di mana pembuat film, penonton, dan profesional bertemu untuk berbagi cerita, belajar satu sama lain, dan membangun jejaring berkelanjutan.
Kerja sama dengan Purin Film Fund memperluas kesempatan pembuat film Asia Tenggara untuk menembus pasar internasional, sementara dukungan British Council dan kemitraan dengan GSFF membuka akses terhadap perspektif baru dan jaringan global.
“Melalui semua kolaborasi ini, MFW11 adalah ruang untuk menemukan, mendengar, dan berbagi cerita. Setiap pertemuan adalah undangan untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda,” jelas Fransiska Prihadi. ( kanalbali/RLS )


