BADUNG, kanalbali.id – Dampak peran Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran makin siginifikan pada pada jadwal penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
15 Penerbangan dari Doha, Qatar dan Abu Dhabi, UEA telah dibatalkan. Sementara, 20 penerbangan dari Ngurah Rai ke dua negara tersebut [un mengalami pem
“Terdapat total 35 jadwal penerbangan rute internasional. (Diantaranya) 20 keberangkatan dan 15 kedatangan yang mengalami pembatalan penerbangan,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Eka Sandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3).
“Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, manajemen PT. Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah, serta terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi.
Lestarikan Tanaman Obat, Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Pelatihan Tandur Taru Usadhaning Desa
“Utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara,” jelasnya.
Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 5.905 penumpang, di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan.
“Adapun penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand dari pesawat dan penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk 5 pesawat udara dari 3 maskapai penerbangan yang terdampak.
“Kami turut menyediakan area pelayanan help desk maskapai dan melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk penyediaan konter pelayanan imigrasi untuk pengurusan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) bagi penumpang terdampak,” ungkapnya.
Adapun area pelayanan help desk dan konter pelayanan keimigrasian tersebut berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional. Selain itu, pihaknya juga menyediakan makanan ringan dan minuman secara gratis setiap hari kepada para penumpang terdampak, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telefon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi.
“Manajemen turut mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” ujarnya. ( kanalbali/KAD )


