TABANAN, kanalbali.id – Viral di media sosial yang memperlihatkan seekor ular king kobra dengan panjang 2,2 meter dievakuasi dari sebuah vila di Desa Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali.
Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Astrid, mengatakan ular itu dievakuasi timnya pada, Kamis (20/8) sore sekitar pukul 17.05 WITA.
“Ular king cobra jenis kelamin betina
ukuran panjang ular 2 meter, 20 sentimeter,” kata Astrid saat dikonfirmasi Jumat (21/8).
Awalnya, kemunculan ular dilaporkan oleh pemilik vila. Kemunculan ular di wilayah tersebut menurutnya berkaitan dengan kondisi lingkungan, termasuk musim kawin dan aktivitas ular mencari makanan.
Kemudian, untuk habitatnya ular tersebut ada di Bali bagian barat tetapi kenapa saat ini ditemukan di Bali bagian tengah dan timur, karena adanya perubahan keseimbangan ekosistem dan rantai makanan.
“(Habitatnya) memang Bali bagian barat saja. Kenapa penyebaran sekarang sampai ke Bali tengah, timur dan lain-lainnya. Karena predator ular sudah semakin sedikit karena diburu seperti biawak dan lain-lainnya,” imbuhnya.
Namun, menurut dia kemunculan ular tersebut di lokasi permukiman yang semakin dekat dengan permukiman perlu menjadi perhatian.
“Jika penyebarannya semakin ke timur berarti habitat ekosistem rantai makanan sudah tak seimbang,” ujarnya.
Astrid menyebut evakuasi kobra di wilayah Tabanan sudah cukup sering terjadi sepanjang 2026. Hingga Agustus ini, pihaknya telah melakukan 13 kali evakuasi kobra.
“Dari Juni, sudah 13 kali,” ujarnya. (kanalbali/KAD)


