GIANYAR, kanalbali – Rencana pembangunan resto terapung dan wisata air di Pantai Keramas mendapat penolakan yang disampaikan dalam acara sosialisasi di Wantilan Pura Desa Keramas, Gianyar.Minggu, 15 Desember 2024.
Salah satunya dari pemilik dan Staf Komune Resort Gianyar yang menyampaikan ulasan bertajuk “Pengajuan Komprehensif Penolakan terhadap Rencana Pembangunan Marina di Pantai Keramas”.
“Kami, pemilik dan staf Komune Resort yang berlokasi di Pantai Keramas, dengan hormat mengajukan penolakan resmi terhadap rencana pembangunan marina yang diusulkan oleh investor Tiongkok,” sebut mereka.
Single Bucin, Momentum Sabia Coba Warna Baru
“Keberatan kami didasarkan pada pertimbangan lingkungan, sosial, ekonomi, dan teknik, serta risiko yang dapat merusak warisan budaya, dan spiritual di Keramas,’ tegasnya.
Adapun poin-poin keberatan ini mencakup masalah dampak lingkungan berupa zona energi gelombang tinggi, penghancuran ekosistem terumbu lava, erosi pesisir, dan kesadaran Iklim global.
Lalu, soaldampak sosial dan ekonomi berupa ancaman terhadap mata pencaharian lokal, kerusakan pariwisata selancar, dan publikasi negatif global.
“Keramas dikenal sebagai salah satu lokasi selancar terbaik di dunia yang telah menjadi tuan rumah tiga acara World Surf League. Marina ini akan menghancurkan ombak selancar secara permanen, mengakibatkan hilangnya ribuan wisatawan setiap tahun dan dampak buruk pada industri pariwisata selancar di Bali,” ucap pemilik dan staf Komune Resort.
Poin ketiga penolakan tersebut berkenaan dengan kekhawatiran budaya dan spiritual, khususnya ancaman terhadap eksistensi Pura Masceti.
Poin penolakan keempat terkait kelayakan teknik, yakni mencakup desain yang tidak memungkinkan dan perbandingan dengan Pelabuhan Sanur.
Terakhir, di poin penolakan ke-5 diuraikan bahwa alternatif yang lebih baik tersedia.
“Para investor seharusnya mempertimbangkan lokasi alternatif di utara Keramas,’ tegas mereka.
Area ini memiliki perairan yang lebih tenang, energi gelombang minimal, dan tidak akan berdampak pada lingkungan, ekonomi, atau warisan budaya. Mengidentifikasi lokasi yang saling menguntungkan akan memberikan manfaat bagi investor maupun komunitas.
Adapun proyek tersebut diinisiasi oleh perusahan berinisial SRI. PT itu telah mengirim surat kepada Bendesa Adat Keramas tertanggal 2 Desember 2024. Sebelumnya, mereka mengaku sudah menggelar pertemuan pada Kamis, 21 November 2024 terkait penjajakan rencana pembangunan. (kanalbali/TIM)



Be the first to comment