Antisipasi Super Flu, Bandara Bali Pasang Alat Pendeteksi Suhu Tubuh

BADUNG, kanalbali.id – Bandara Intenasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menerapkan pengecekan suhu tubuh untuk para penumpang internasional.

“Dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus influenza atau super flu di Bali,”  kata Nugroho Jati selaku General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Langkah itu bekerja sama dengan bersama Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar, telah menyiapkan sejumlah upaya kesiapsiagaan di lingkungan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan area khusus pemeriksaan kesehatan untuk penumpang,” kata Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/1).

Pihaknya juga juga telah menyiagakan petugas untuk melakukan pemantauan terhadap penumpang dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner di terminal kedatangan internasional.

“Hal ini, dilakukan guna mengidentifikasi secara dini potensi gangguan kesehatan yang dialami penumpang saat berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” imbuhnya.

Kemudian, sebagai bentuk mitigasi lanjutan, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memonitor perkembangan lebih lanjut.

“Seluruh langkah ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab dalam menjaga kesehatan dan keamanan seluruh pengguna jasa bandara,” ujarnya.

Sebelumnya, super flu atau influenza subclade K sudah masuk Indonesia setelah Kementerian Kesehatan mengonfirmasi sudah mendeteksi kasus tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Prima Yosephine menyatakan kasus terkonfirmasi sejak 25 Desember 2025.

“Pada tanggal 25 Desember 2025, Balai Besar Laboratorium Kesehatan melaporkan telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K, atau yang dikenal dengan subclade K,” kata Prima pada Selasa (30/12).

Meski sudah ditemukan subclade K belum mendominasi total kasus influenza di Indonesia. Namun, Prima mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap gejala subclade K yang dinilai lebih berat dibanding flu biasa. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?