Badung Sudah Temukan Tempat Pembuangan Sampah Sementara

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung tampaknya sudah menemukan cara setelah dilarang membuang sampah ke TPA Suwung per 1 Desember 2019. Kadis LHK Badung menyebut telah menyediakan pembuangan sampah sementara di wilayah Tuban, Badung sebagai tempat pembuangan sampah sementara.

“Disana (Tuban) juga telah ada dua alat berat yang kami persiapkan, satu eskavator dan satu bullduzer untuk penanganan sampah yang di tampung. Ada juga 10 orang petugas yang melakukan penyemprotan berkala pada sampah supaya tidak berbau dan tidak ada lalat, setelah itu sampah di tutup dengan plastik,” jelas Kadis LHK Badung I Putu Eka Merthawan saat dihubungi, Senin (2/11).

Eka lantas menjelaskan, wilayah-wilayah yang diperbolehkan membuang sampah ke TPSS Tuban hanya wilayah Kuta, Tuban dan sampah publik yang diangkut langsung oleh DLHK Badung. Untuk wilayah selain dua wilayah itu dihimbau untuk mengelola sampah di masing-masing kelurahan dan desa di Kabupaten Badung.

“Hari pertama kemarin, saya sudah pantau. Dan kondisi di lapangan semuanya terkendali atas kesigapan camat, lurah dan seluruh kepada desa. Tentu harapannya terus ada inovasi yang yang dilakukan oleh kelurahan dan desa agar persoalan sampah tak lagi jadi masalah,” ujar Eka.

Inovasi yang dimaksud Eka seperti yang dilakukan di daerah Abiansemal, Badung yang menerapkan pola bahwa masyarakat tidak boleh mengeluarkan sampah dari rumahnya. “Disana yang organik dijadikan kompos, ada juga yang ditanam. Terus yang anorganik bisa di daur ulang kemudian dibawa ke bank sampah atau pengepul,” ujarnya.

Keputusan untuk mengolah sampah di masing-masing desa atau kelurahan sudah tertuang dalam surat yang sudah dilayangkan sebelumnya. Karena camat, lurah dan kepala desa se Kabupaten Badung telah mengindisikan dan menfasilitasi seluruh usaha layanan jasa sampah di wilayah masing-masing.

Ditengah situasi seperti ini, Eka terus menghimbau kepada masyarakat Badung untuk tidak membuang sampah ke luar areal yang sudah ditetapkan kelurahan dan desa. “Kalaupun situasi kita seperti ini, jangan buang sampah mangrove maupun ke sungai. Intinya jangan membuang sampah ke tempat diluar areal yang sudah ditetapkan desa atau kelurahan,” jelasnya.

Dirinya juga meminta masyarakat tak khawatir dengan persoalan sampah yang dihadapi saat ini. Pihaknya mengaku terus mempersiapkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dengan konsep 3r (reduce, reuse, recycle) di samping Terminal Mengwi yang ditarget rampung antara tanggal 19-20 Desember mendatang.

“Maka seluruh sampah yang ada di Tuban akan langsung dibawa dan diolah. Kami pastikan sampah yang ada di Tuban Bersih,” tegasnya. (Kanalbali/ACH)