Kasus Pencabulan Anak di Bali, Warga Prancis Dituntut Hukuman 12 Tahun Penjara

Bule Prancis tersangka pencabulan anak yang disidangkan di PN Denpasar - IST

DENPASAR – Warga Negara (WNA) asal Perancis EAP (53), terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang tuntutan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Kamis (01/04/21).

Ia dinyatakan telah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76 E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengam penjara 12 tahun dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan serta denda sebesar Rp 100 juta rupiah subsidair 3 bulan kurungan,” tuntutnya pada sidang yang dipimpin oleh Hakim Heriyanti,SH.MH.

Diungkap dalam berkas perkara, terdakwa diduga melakukan pencabulan terhadap anak korban inisial WN sejak tahun 2017. Dalam kurun waktu itu, terdakwa telah melakukan pencabulan sebanyak 10 kali. 

Perbuatan cabul dilakukan terdakwa di rumahnya di kawasan Kerobokan berawal saat korban menginap di rumah itu. Peristiwa dugaan pencabulan itu baru terungkap saat korban yang merupakan putra dari teman bisnisnya sudah berumur 12 tahun. 

Perbuatan terdakwa diketahui sekitar akhir September 2020 lalu saat korban bermain di Bali Wake Park di Jl Pelabuhan Benoa, Denpasar.  Saat itu, sang ayah melihat anaknya menuju ke kamar ganti usai bermain. Tidak lama berselang terlihat terdakwa mengikuti bocah 12 tahun ini masuk ke kamar ganti. Saat itulah terbongkar aksi pedofil itu.

Ayah korban yang tidak terima langsung melaporkan kasus ini ke Subdit IV Dit Reskrimum Polda Bali. Bedasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat pria paruh baya itu ini sebagai tersangka, salah satunya adanya rekaman CCTV di lokasi waterpark. 

Sementara dari hasil visum diketahui ada luka di bagian anus korban yang diakibatkan benda tumpul. Kuat dugaan korban telah disodomi oleh terdakwa. Untuk melancarkan aksi bejatnya, terdakwa menjanjikan hadiah kepada anak korban. Selain itu, terdakwa juga mengancam anak korban agar merahasiakan perbuatan itu. (Kanalbali/WIB)