TABANAN, kanalbali.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan kembali selenggarakan kegiatan Kemitraan Strategis dengan Pemerintah Daerah dan Seminar Internasional bertema “Integrated Transportation and Logistics Systems: Challenges, Innovation, and Future Directions”.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala BPSDMP, Suharto, di Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali pada Jumat (12/6).
Kemitraan itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara BPSDM Perhubungan dengan sembilan Pemda. Yakni, Provinsi Bali; Kabupaten Tabanan; Buleleng; Klungkung; Badung; Gianyar. Kemudian, Pemerintah Kota Subulussalam; Subang; dan Buton Tengah
Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah, Bali Angkat Tema Akselerasi Digitalisasi UMKM
“Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara BPSDMP, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan BPSDMP, pemerintah daerah, akademisi, dan para pemangku kepentingan sektor transportasi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia transportasi yang unggul, profesional, dan berdaya saing global,” kata Suharto.
Dia menegaskan bahwa tantangan terbesar pembangunan transportasi ke depan tidak hanya terletak pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang kompeten dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Permasalahan transportasi akan terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan konektivitas antarwilayah. Tantangannya semakin kompleks karena setiap daerah memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kondisi geografis yang berbeda. Oleh karena itu, pembangunan SDM transportasi menjadi faktor yang sangat vital untuk memastikan pelayanan transportasi dapat berjalan secara aman, nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.” Ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam era otonomi daerah, pemerintah daerah memegang peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan transportasi kepada masyarakat. Namun demikian, penyelesaian berbagai persoalan transportasi tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Transportasi tidak mengenal batas administrasi wilayah. Karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berjalan beriringan. Melalui kerja sama yang kita bangun hari ini, kita ingin menyamakan langkah dan memperkuat kapasitas SDM transportasi agar mampu menjawab berbagai tantangan terkait konektivitas, integrasi antarmoda, keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta keterjangkauan layanan transportasi.” Tambahnya.
Ia menekankan bahwa MoU dan PKS yang ditandatangani bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu gerbang awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan SDM transportasi secara berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan langkah awal untuk bersama-sama menciptakan SDM transportasi yang unggul, profesional, dan berintegritas. Harapan kita sama, yaitu menghadirkan sistem transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.” Imbuhnya.
Mengakhiri sambutannya, Kepala BPSDMP menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta Seminar Internasional yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam satu forum kolaborasi pembangunan transportasi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjawab berbagai tantangan sektor transportasi yang semakin kompleks di masa kini maupun masa mendatang.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Penandatanganan MoU, PKS, dan pelaksanaan seminar internasional hari ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat melalui BPSDMP, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih baik.” Ucapnya.
Senada dengan hal tersebut di atas, Pemerintah Daerah Provinsi Bali yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Wayan Serinah, menegaskan bahwa kolaborasi antar lembaga merupakan kunci dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
“Pemerintah Provinsi Bali tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan sistem transportasi yang modern, aman, dan berkelanjutan. Melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan BPSDMP Kementerian Perhubungan, kami membuka peluang yang lebih luas bagi putra-putri Bali untuk memperoleh pendidikan dan kompetensi di bidang transportasi. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan SDM perhubungan yang profesional, berintegritas, dan memahami karakteristik daerah Bali, sehingga mampu mendukung terwujudnya visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pembangunan transportasi yang berkualitas dan berdaya saing.” Pungkasnya.
Selain itu, pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDMP dengan Pemerintah Daerah yang menjadi bentuk implementasi konkret dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati.
Kerja sama tersebut mencakup penetapan usulan kebutuhan sumber daya manusia bidang Perhubungan Darat, sosialisasi program, penerimaan dan seleksi calon sumber daya manusia bidang Perhubungan Darat, penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang Perhubungan Darat, pengusulan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang Perhubungan Darat, serta pemberdayaan sumber daya manusia bidang Perhubungan Darat guna mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi dan pembangunan daerah.
Pada kesempatan ini, juga dilaksanakan Seminar Internasional yang menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri untuk membahas tantangan dan masa depan sistem transportasi serta logistik yang terintegrasi. ( kanalbali/RLS/RFH )


