DENPASAR, kanalbali.id – Sejumlah pretasi gemilang dicatatkan pengurus KAGAMA Bali periode 2020-2025. Hal itu yang menjadi alasan peserta Musda KAGAMA Bali 2025 memilih kelbali notaris senior IGN Agung Diatmika untuk periode 2025-2030.
Hal itu terjadi dalam Musda KAGAMA Bali yang dilangsungkan pada Minggu (16/2/2025) di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali.
Prestasi yang ditorehkan antara lain adalah sejumlah aktivitas yang tetap berlangung di masa pandemic 2020-2022. Saat itu KAGAMA Bali bergerak dari mengupayakan bantuan APD, dukungan untuk tenaga medis, hingga aksi cantelan untuk penyediaan pangan bagi masyarakat.
Prestasi lainnya adalah pembangunan Pura Sanatagama di Komplek Universitas Gadjah Mada yan bukan hanya menjadi fasilitas kerohanian bagi mahasiswa UGM tapi juga bagi umat Hindu di Yogyakarta.
Digelar di Arma Ubud, Nusantara International Folklore Festival Pertemukan Maestro Seniman Tari
BACA JUGA: Kagama Bali Bukber Lagi, Jaga Semangat Hidup dalam Keberagaman
“Saya berterimakasih untuk kepercayaan yang diberikan. Namun karena ini adalah sebuah keluarga, maka mari kita bekerja bersama-sama,” kata Diatmika dalam sambutannya.
Adapun untuk lima tahun ke depan, dia berharap akan lebih banyak menggalang potensi KAGAMA Muda agar dapat berkolaborasi dalam membangun Bali.
Tercatat Musda diikuti 120 peserta yang merupakan Perwakilan dari 9 Kepengurusn Cabang KAGAMA yang ada di 9 Kabupaten/Kota se-Bali. Perwakilan dari Komunitas antara lain komunitas Universitas Udayana (UNUD), Universitas Warmadewa, Keluarga Notariat UGM (KANOGAMA), Keluarga Alumni Geodesi dan lain-lain.
Selain itu hadir pula alumni KAGAMA secara perseorangan sebagai peninjau dan peserta reuni.
Program Kerja dan Rekomendasi
Selain menetapkan Ketua Pengda Bali 2025-203, Musda juga menetapkan Pokok-pokok Program Kerja KAGAMA Bali 2025-2030 meliputi program kerja internal dan eksternal.
Program kerja internal antara lain adalah penguatan organisasi dan keanggotaan dimana jumlah anggota KAGAMA diperkirakan sudah mencapai ribuan orang. Namun yang terdata saat ini baru mencapai 400 orang.
“Keberadaan mereka ini akan kita data ulang terutama untuk melihat potensinya agar bisa disinergikan baik antara alumni maupu dengan pihak luar,” ujarnya.
Sementara itu program eksternal diantaranya adalah pemberian bea siswa untuk mahasiswa Bali yang sedang menempuh kuliha di UGM, pengembangan desa binaan, dan lain-lain.
Musda pun sempat mengeluarkan rekomendasi yang berisi pernyataan atas problem-problem actual dalam masyarakat Bali.
Salah-satunya adalah meminta Pemprov Bali dan semua pihak untuk mengembangkan potensi daerah-daerah di luar kawasan Bali selatan agar ekonomi Bali tidak terlalu tergantung kepada wilayah itu dengan industri pariwisatanya.
KAGAMA juga mendesak perhatian yang lebih serius dalam menangani masalah sampah serta meningkatnya kriminalitas di Bali sebagai problem yang berada di depan mata dengan melibatkan Desa Dinas dan Desa Adat. ( kanalbali/RFH)



Be the first to comment