Dukung Penuntasan Masalah HIV, KPA dan KJPA di Bali Bakal Diperkuat

Pertemuan terbatas Tim Sosialisasi Percepatan Pembangunan dengan KPA dan KJPA Bali - IST

DENPASAR, kanalbali.id – Untuk mencapai target penuntasan kasus HIV dan AIDS di 2030, Komisi Penanggulangan AIDS dan Kelompok Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) akan diperkuat kapasitas dan peranannya.

Hal itu disepakati dalam pertemuan terbatas antara Anggota Tim  Percepatan Pembangunan Bali Bidang Sosialisasi  I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi dan  Agustinus Dei di Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali, Jumat (9/5/2025).

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha didampingi Pengelola Program Hubungan Masyarakat dan Kemediaan KPA Provinsi Bali Yuniambara. Pengurus Kelompok Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) Bali diwakili oleh Rofiqi Hasan (penasehat), Julio (Sekretaris) dan Widya (Bendahara).

BACA JUGA: Viral DJ Sexy Saat Perpisahan SMK di Buleleng, Disdikpora Sebut Sudah Klarifikasi

“Kita ingin meminta penjelasan terkait data dan informasi sebenarnya tentang HIV-AIDS. Oleh sebab itulah, Kita meminta kesediaan KPA Provinsi Bali untuk memberikan penjelasan terkait data kasus HIV -AIDS maupun informasi yang diberikan KPA melalui KJPA,”kata Agus Dei.

Sementara Diah Werdhi Srikandi menanyakan terkait KJPA serta strukturnya untuk Program Penanggulangan AIDS di Bali.

“Khusus Kelompok Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) kita juga ingin mengetahui terkait kiprah dan perannya sebagai media komunikasi informasi HIV-AIDS di lapangan,”katanya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Rofiqi Hasan menyampaikan, selama ini KJPA memang terus memberikan informasi kepada masyarakat Bali terkait HIV-AIDS.

Hanya saja ada beberapa hal yang terkadang kurang sesuai dengan fakta sebenarnya. Hal ini disebabkan kurangnya informasi serta koordinasi yang dilakukan anggota KJPA.

Kondisi HIV AIDS di Bali

Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha pun menyampaikan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“ Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tercatat jumlah HIV-AIDS di di Bali secara komulatif dari Tahun 1987 sampai tahun 2024 adalah 31,880 kasus. Dimana data komulatif kasus AIDS sebanyak 12.101 kasus dan HIV sebanyak 19.779 kasus, “katanya.

Untuk data peningkatan kasus HIV-AIDS menurut AA Ngurah Patria Nugraha. dari tahun 2021 sampai tahun 2022 ada temuan kasus sebanyak 248 kasus. Dari tahun 2022 sampai tahun 2023 ada temuan kasus adalah 170 kasus. Dan dari tahun 2023 sampai tahun 2024 temuan kasus sebanyak 12 kasus. Temuan ini adalah terkait jangkauan setiap tahunnya. Dan semakin banyak yang dijangkau dan ditemukan, maka ini merupakan prestasi untuk membongkar gunung es yang terjadi di lapangan.

“Temuan kasus Ini menunjukkan, tim Penanggulangan AIDS di Bali melaksanakan tugas secara maksimal. Dimana setiap temuan akan mendapatkan layanan pengobatan, sehingga bisa mempertahankan kualitas hidupnya dengan baik serta tidak sampai masuk ke fase AIDS. Dan temuan kasus ini juga merupakan tolak ukur keberhasilan program Penanggulangan AIDS serta bisa dipakai acuan melaksanakan kegiatan penanggulangan AIDS ke depannya,”paparnya.

Terkait temuan Kasus HIV-AIDS di masing-masing Kabupaten, AA Ngurah Patria Nugraha menyampaikan, itu akibat dari semakin baiknya layanan yang disiapkan Kabupaten Kota.

“Kita ambil gambaran Denpasar misalnya. Mengapa kasus HIV-AIDS kelihatan tinggi?, karena layanan serta fasilitas yang disiapkan tersebut sangat baik. Sehingga masyarakat sekitar ingin mengakses layanan yang ada di Denpasar. Dan data yang diambil tersebut terlihat bahwa Denpasar sangat besar temuan kasusnya,”katanya.

Hal ini diperkuat Pengelola Program Humas dan Kemediaan KPA Provinsi Bali Yuniambara, SIP. Dimana, beberapa klien yang menghubungi KPA Provinsi Bali melalui web KPA Provinsi Bali selalu ingin meminta informasi serta ingin melakukan tes di wilayah Denpasar. Dan mereka adalah bukan warga Bali.

“Sebagian besar mereka yang mau tes adalah warga luar Bali seperti Jakarta, NTT serta wilayah luar Bali lainnya. Mereka biasanya meminta informasi melalui wa hubungi kami. Dan kita merekomendasikan beberapa tempat yang bisa dimanfaatkan untuk tes serta pengambilan ARV,”katanya. ( kanalbali/ RLS/RFH )

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.