DENPASAR, kanalbali.id – Fakultas Pariwisata Universitas Udayana menyelenggarakan Badan Kekeluargaan Fakultas Pariwisata (BK FPAR) Ke 38 bertempat di Fakultas Pariwisata Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (28/4/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Para Dekan atau yang mewakili, Pimpinan Fakultas Pariwisata beserta jajaran dan sivitas akademika serta undangan lainnya.
Perayaan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pariwisata dan disaksikan oleh pimpinan lainnya.
Ketua Panitia Putu Agus Wikanatha Sagita dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Badan Kekeluargaan yang ke 38 ini mengambil tema “Akselerasi Pemulihan Dalam Kebersamaan” dengan tag line “Acceleration in Togetherness”.
Ada serangkaian kegiatan yang telah dilakukan diantaranya Talkshow, Pengabdian Masyarakat, Seminar Internasional, Acara Keakraban, dan Apel Bendera yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2023.
BACA JUGA: Kesehatan Jiwa Makin Jadi Perhatian, Bali Mental Health Clinic Hadir di Denpasar
‘Khotbah di Bukit’, Sebuah Kenangan Iman
“Semoga penyelenggaraan BKFPAR di hari jadi Ke 38 dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk selalu berbenah menjadi lebih maju, berkembang sesuai tuntutan jaman dan mendapat pengakuan secara Internasional,” ujarnya.
Dekan Fakultas Pariwisata yang dalam kesempatan ini diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. I Nyoman Sukma Arida, M.Si. menyampaikan, perayaan BKFPAR Ke 38 ini tidak hanya dilaksanakan di fakultas tetapi juga sudah melaksanakan kegiatan di beberapa tempat seperti di hutan mangrove dengan mengadakan pembersihan hutan mangrove bersama para dosen dan mahasiswa.
“Kita menyatakan komitmen bahwa pariwisata itu bukan hanya sesuatu tentang hotel/restoran tetapi juga bagaimana kita memprotek destinasi dan lingkungan kita agar lebih terjaga karena hasil dari kajian kita beberapa tahun setelah pandemi ini dan pariwisata kedepan kearah pariwisata lingkungan, dan pedesaan,” katanya.
Selain itu momentum Badan Kekeluargaan juga kita gunakan untuk meneguhkan keyakinan kita bahwa kedepan yang menjadi trend itu adalah pariwisata alam unsur pedesaan, dan juga momentum ini merupakan sebuah lompatan dari sisi kualitas prodi yang sedang bergerak menuju akreditasi internasional.
“Pada BKFPAR Ke 38 kita juga bersyukur karena dari sisi tenaga dosen kita sudah melahirkan dua guru besar, dan tentunya itu masih sangat kurang karena pada kondisi ini seharusnya paling tidak ada sepuluh guru besar, tetapi pelan-pelan kita akan mencoba mengarah kesitu dan kami di akademik sekarang sudah mengarahkan dosen-dosen yang sudah Lektor Kepala agar segera menuju ke Guru Besar dan kedepan kita akan menjadi lebih percaya diri mengembangkan prodi baru seperti yang telah disampaikan oleh Rektor,” ujarnya.
BACA JUGA:
Penjabat Bupati Inginkan Kain Tenun Khas Buleleng Memiliki Hak Paten
Sementara itu Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU mengatakan, sebagai civitas akademika Unud dan seluruh pimpinan menyampaikan ucapan selamat dan sukses Dirgahayu BKFPAR Ke-38 semoga Fakultas Pariwisata ke depan semakin sukses.
Dalam kesempatan ini juga disampaikan beberapa hal yakni, sudah terjadi dengan sangat baik transformasi Fakultas Pariwisata Unud dari paradigma yang lama dan sangat konvensional menjadi suatu Fakultas Pariwisata yang modern, tentunya ini merupakan kerja keras seluruh pimpinan civitas akademika Fakultas Pariwisata.
“Sehingga fakultas sekarang sudah sangat luar biasa perkembangannya dan terlebih-lebih akreditasi tiap prodi baik S1, S2 dan S3 tidak saja A dan unggul tetapi akan menuju akreditasi internasional,” katanya.
Selain itu tonggak perkembangan transformasi FPAR dari sebelumnya menjadi fakultas yang sangat modern itu diharapkan kualitasnya akan menjadi lebih baik. Rektor menegaskan, “Ini sangat penting artinya bagi Unud sendiri dalam konteks pengembangan institusi, sebagaimana yang diketahui, Unud akan menyiapkan diri menjadi perguruan tinggi berbadan hukum”.
Tentunya saya tau persis proposal PTNBH Unud itu konteksnya adalah pengembangan institusi yang berbasis budaya dan pariwisata, dan saya sebagai Rektor akan mengawal ini sehingga nanti pariwisata bisa membantu dan men support program pengembangan institusi Unud menjadi PTNBH. (kanalbali/RLS)



Be the first to comment