DENPASAR, kanalbali.id – Serangkaian hari kondom se-Dunia, AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia, bersama Yayasan Gaya Dewata dan Yayasan Kerti Praja, mengadakan kegiatan edukasi pencegahan penularan HIV dan IMS serta tes HIV untuk populasi kunci pada 13 dan 14 Februari 2026 di Denpasar, Bali.
“Di seluruh Asia, HIV masih menjadi tantangan yang berkelanjutan, dan meningkatnya infeksi IMS, khususnya sifilis, menunjukkan kepada kita apa yang terjadi ketika pencegahan dikesampingkan oleh stigma atau keheningan,” ujar Dr. Chhim Sarath, Kepala Biro Asia AHF dalam rilis pada Sabtu (14/2/2026).
Chhim Sarath menekankan, kondom itu sederhana, terjangkau, dan efektif—namun hanya berfungsi jika masyarakat benar-benar dapat mengaksesnya dan merasa aman untuk menggunakannya.
Hari Kondom Internasional adalah pengingat bahwa kita tidak memerlukan alat baru untuk melindungi masyarakat—yang kita butuhkan adalah edukasi, kemauan politik, dan akses nyata terhadap apa yang telah terbukti efektif.”
Yuk Waspadai Risiko File Sharing Gratis
.AHF juga menekankan perlunya mengembalikan kondom, sebagai salah satu alat pencegahan HIV dan IMS yang paling ampuh dan hemat biaya sebagai perhatian utama.
Peringatan tahun ini menegaskan pesan bahwa perlindungan kesehatan seksual harus mudah diakses, bebas stigma, dan memberdayakan semua orang.

Lonjakan angka Infeksi Menular Seksual (IMS) di seluruh dunia dan Indonesia, khususnya sifilis, bukanlah sebuah misteri—ini adalah konsekuensi ketika pendanaan negara dan global menurun dan kondom tidak lagi diprioritaskan sebagai upaya alat pencegahan.
Tanpa koreksi segera, HIV akan menyusul.
Setiap kondom yang digunakan secara tepat membantu menjaga puluhan tahun kemajuan dalam respons negara dan global terhadap HIV dan mencegah kemunduran yang jauh lebih mahal.
Mempertahankan pencegahan HIV dan membalikkan tren kenaikan IMS tidak memerlukan inovasi ilmiah baru—yang dibutuhkan adalah kemauan politik, investasi berkelanjutan, serta komitmen baru untuk memastikan alat pencegahan seperti kondom tersedia secara terjangkau dan mudah diakses oleh mereka yang paling membutuhkannya.
AHF adalah organisasi non-profit global yang menyediakan pengobatan mutakhir dan advokasi kepada lebih dari 2 juta orang di 47 negara di seluruh dunia di Afrika, Amerika, Asia/Pasifik, dan Eropa. Saat ini, AHF merupakan penyedia nirlaba perawatan medis HIV/AIDS terbesar di dunia. (kanalbali/RLS)


