BULELENG, kanalbali.id – Setelah bertahun-tahun tidak diselenggarakan, Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah pimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna membangkitkan kembali festival tingkat kecamatan.
Upaya ini untuk menghidupkan seni, budaya, serta menggeliatkan perekonomian masyarakat.
Pelaku Usaha Ungkap Peran Galaxy AI & Gemini di Galaxy Z Series, Efisiensi Bisnis Naik 30%,
“Gerokgak Festival” yang digelar pada Jumat, (10/4) di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, menjadi awal dari rangkaian festival di seluruh kecamatan se-Kabupaten Buleleng.
Menjelang ASO Tahap 2, Kementerian Kominfo Dorong Percepatan Pengadaan Set Top Box Gratis
Festival ini disambut antusias oleh masyarakat yang telah lama menantikan kehadirannya. Sejak sore hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan berbagai penampilan seni dan budaya yang ditampilkan. Selain itu, deretan stan UMKM yang menawarkan produk lokal turut menambah semarak suasana, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dalam keterangannya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa festival ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat yang telah menunggu cukup lama. Ia juga menyoroti tingginya partisipasi masyarakat pada pelaksanaan perdana ini.
“Festival ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat, bahkan hampir selama tujuh tahun. Karena itu, kita kembali menghadirkannya tahun ini. Antusiasme masyarakat pada pembukaan hari ini juga terlihat luar biasa.”
Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa festival ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai ruang ekspresi dan pelestarian budaya lokal. Setiap kecamatan diberikan kesempatan untuk menampilkan kekhasan seni, tradisi, dan adat yang dimiliki, sehingga memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
“Festival kecamatan seperti yang kita laksanakan malam ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan semata, tetapi merupakan wujud nyata semangat kebersamaan, gotong royong, serta upaya menggali dan mempromosikan potensi daerah.”
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan UMKM dalam festival ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Produk-produk yang ditampilkan menunjukkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha lokal yang terus berkembang.
“Harapannya, setiap festival dapat menampilkan beragam seni, tradisi, adat, dan budaya dari masing-masing kecamatan. Selain itu, kehadiran UMKM yang sangat variatif seperti yang kita lihat saat ini diharapkan mampu membangkitkan perekonomian.”
Kecamatan Gerokgak sendiri dinilai memiliki potensi besar yang patut dikembangkan, baik dari sisi budaya maupun ekonomi kreatif. Melalui Gerokgak Festival, potensi tersebut diangkat dan diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat, sekaligus menjadi kebanggaan bersama.
“Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa Gerokgak memiliki identitas dan daya tarik yang mampu bersaing serta menjadi kebanggaan bersama.”
Bupati Sutjidra turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, mulai dari panitia, pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat. Ia berharap Festival Kecamatan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas, dengan inovasi yang tetap berakar pada kearifan lokal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Buleleng. ( kanalbali/RLS )


