Pemkab Klungkung Beri Rapid Test Antigen Gratis Buat Pasangan Nikah

Ilustrasi pelaksanaan rapid test antigen di Klungkung - IST

KLUNGKUNG –  Klaster yadnya pernikahan menjadi pemicu utama, meningkatnya kasus positif COVID-19 di Bali, khususnya di Kabupaten Klungkung.

Menyikapi persoalan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Senin (2/1) memilih jalan terbaik, dengan menyarankan kedua mempelai dan keluarganya menjalani rapid test antigen lebih dulu, bila kegiatan pernikahan terpaksa harus tetap dilakukan.

“Selama PPKM, setelah diperpanjang sampai 8 Februari, bagi warga yang akan melaksanakan pernikahan, sebaiknya diundur lebih dulu.Tetapi, kalau terpaksa harus berjalan, laksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Pesertanya (kedua mempelai dan keluarganya) harus di rapid antigen dulu, biar pasti aman,” kata Bupati Suwirta.

Suwirta mengaku siap memfasilitasi mempelai dan keluarganya untuk menjalani rapid antigen. Dia mempersilahkan warga untuk melaporkan diri ke pihak desa adat, untuk selanjutnya dapat diproses dari petugas Dinas Kesehatan.

Ini sebagai solusi dari Satgas COVID-19 Klungkung, walaupun tidak tertuang dalam instruksi Gubernur Bali. Rapid antigen ini juga bisa dilakukan untuk bentuk kegiatan upacara agama lainnya. Seperti upacara ngaben, nuntun maupun lainnya.

“Tadi saya juga dapat permintaan dari masyarakat untuk melaksanakan upacara ‘nuntun’. Pesertanya sudah saya arahkan untuk dibatasi 20 orang, terus lakukan rapid antigen,” tegasnya.

Dia yakin dengan cara ini, akan mampu menekan penyebaran COVID-19 saat yadnya pernikahan berlangsung. Karena cara ini, sebelumnya sudah terbukti ampuh saat pelaksanaan pelebon Tjokorda Gde Agung, Bupati Klungkung periode 1983-1993, pada 6 Januari lalu. Dimana saat itu, meski melibatkan banyak orang, tetapi semua pihak yang terlibat di dalamnya sudah menjalani rapid antigen.

Selain itu, pelaksanaannya juga berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat, dikawal penuh petugas kepolisian dan TNI. Lancarnya pelaksanaan ngaben ini, tanpa adanya penyebaran COVID-19, kata Bupati Suwirta, menjadi salah satu contoh bagi daerah lain agar upacara agama tetap bisa berjalan, tanpa mengakibatkan penyebaran COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Swapatni,  mengatakan petugas kesehatan siap memfasilitasi rapid antigen secara gratis, untuk mencegah penyebaran COVID-19 pada klaster upacara agama.

Pelayanan rapid antigen gratis mulai berjalan untuk pasangan pengantin beserta keluarganya di Desa Sangkan Buana, Semarapura Kauh, Rabu (27/1) lalu. Kadinkes dr. Swapatni, mengatakan total ada 15 orang yang di rapid antigen, sebagaimana arahan Ketua Satgas COVID-19, untuk memberi jalan tengah sebagai kebijakan pelaksanaan upacara agama, agar terlaksana aman, tanpa adanya penyebaran COVID-19. (kanalbali/KR7)