Menghidupkan Api Organisasi

Rizal Akbar Maya Poetra, Ketua AAI Denpasar (ujung kanan) saat memimpin rapat AAI Denpasar (kanalbali)

Di bawah kepemimpinan Rizal Akbar Maya Poetra (RA), organisasi Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Denpasar mengepakkan sayap menunjukkan eksistensinya.

Senja telah tiba. Tapi suasana di Inna Bali Heritage malah sedang menggeliat. Wajah-wajah penuh semangat bermunculan. Yang senior maupun junior berbagi semangat menatap harapan ke depan.

Ya, pada Senin, 2 September 2019, perhelatan kecil dilangsungkan oleh pengurus AAI Denpasar. Sebuah rapat pengurus pertama setelah kepengurusan dibawa RA dibentuk. Beberapa janji saat kampanye seperti pembentukan Pusbakum, kantor sekretariat serta pembuatan Tabloid memang sudah diluncurkan. Tapi untuk pengorganisasian yang lebih sistematis tentunya dibutuhkan perencanaan yang menyeluruh dan terintegrasi.

“Tentunya program ini bukan hanya untuk pengacara, tapi juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” sebut RA. Kebutuhan mendasar seperti bantuan hukum dan upaya meraih kedailan harus diprioritaskan. Di sisi lain, AAI berharapa dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan khususnya pada sesama organisasi advokat.

Para Srikandi AAI serius membahas program kerja organisasi (kanalbali/IST)

Dalam organisasi ini, masalah kerjasama ditangani oleh Bidang Kerjasama dan Pengembangan Organisasi (KPO) yang dalam pelaksanaan programnya akan bersama Bidang Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Profesi (PPKP) serta Bidang Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat (KPM).

“Bidang-bidang ini kita sinergikan agar hasilnya lebih maksimal,” sebut RA. Beberapa programnya antara lain, Kerjasama dengan Fakultas Hukum di Universitas yang belum melakukan kerjasama dengan Organisasi Advokat lainnya di Bali, Menyelenggarakan Pendidikan Profesi Advokat (PPA) dan Seminar Hukum minimal 1 (Satu) tahun sekali, Menyelenggarakan Pendidikan Berkelanjutan Advokat  Bergelar C.LA (Legal Auditor) bekerjasama dengan DPW ASAHI Bali pada Bulan April 2020.

 Selain itu, AAI merancang kegiatan untuk studi banding ke luar negeri. “Ini untuk menambah wawasan anggota mengenai perkembangan organisasi advokat di luar negeri agar kita tak menjadi katak dalam tempurung,” sebut RA.

AAI juga akan menggandeng sejumlah organisasi untuk mengadakan Penyuluhan Hukum ke Sekolah-sekolah SMA/SMK Bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI), Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT),  Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan lain-lain.

Sementara itu AAI akan memberi prioritas pula pada masalah-masalah yang terkait dengan dunia perempuan dan anak. Setidaknya ada dua kegiatan yang dirancang, yakni mengadakan Penyuluhan Hukum tentang KDRT ke LP Perempuan sekaligus mengadakan Yoga Ketawa pada bulan Desember 2019. Lalu, ada pula kunjungan ke LP Anak dalam Rangka Hari anak Nasional pada tanggal 23 Juli 2020.

Secara khusus, Bidang Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat akan membuat Family Ghatering dan Kegiatan Donor Darah pada Bulan Desember 2019. Keakraban dalam keluarga diyakini RA akan membuat para advokat bisa bekerja lebih tenang dan fokus sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.

Terobosan yang menarik dan akan membedakan AAI dengan organisasi advokat lainnya agaknya adalah program di bidang Komunikasi dan Informatika. Setelah meluncurkan Tabloid ‘Supremasi’ , AAI Denpasar juga akan menghidupkan website yang sudah ada. “Sekarang ini eranya online, jadi mau tak mau harus kita manfaatkan,” sebut RA.

Termasuk pula dalam bidang ini adalah upaya untuk menggear Coffe Morning yang mempertemukan para advokat dengan wartawan dan kalangan penegak hukum lainnya. Tujuannya, agar ada sinergitas meskipun masing-masing pihak mengakui eksistensi dan peran yang berbeda dalam penegakan hukum.

Bidang ini juga menyiapkan adanya Sistem Informasi Advokat Profesional (SIAP) bekerjasama dengan developer . Ini adalah sebuah sistem manajemen yang akan memudahkan para advokat dalam mengelola data dan informasi mengenai kliennya sehingga akan mempermudah proses pelayanan di lapangan.

Yang tak kalah seriusnya adalah program di bidang bantuan hukum dan advokasi dimana eksistensi Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) AAI akan didorong agar lebih kuat lagi. Misalnya dengan pencatatan ke Kementerian Hukum dan HAM serta komunikasi dengan Pengadilan Agama dan PTUN agar dapat dilakukan pembukaan Pos di kedua pengadilan  tersebut. Hal itu untuk memastikan akses para pencari keadilan, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.

Ketua AAI Denpasar Rizal Akbar Maya Poetra menyerahkan tabloid AAI kepada Ketua PN Denpasar Bambang Ekoputro menandai peluncuran media komunikasi AAI itu (kanalbali/IST)

“Bantuan hukum juga kita berikan kepada rekan seprofesi yang bermasalah,” sebut RA. Ini sekaligus untuk menepis kesan seolah para advokat tak bisa bersatu dan hanya mementingkan diri mereka sendiri. Bahkan ketika profesi mereka diserang oleh pihak lain padahal advokat itu telah bekerja sesuai kode etik profesi.

Sementara itu, AAI juga memberikan tempat bagi pengembangan minta dan bakat para anggota di bidang seni dan olahraga. Beberapa kegiatan yang difasilitasi antara lain Yoga dan/atau Paduan Suara dan Jalan santai setiap bulan dimulai pada bulan September 2019 sampai dengan bulan Juli 2020;

Untuk masalah kerohanina, juga akan dilakukan perayaan  Hari-hari Besar Keagamaan serta kegiatan spiritual antara lain, melukat atau Tirtayatra ke Pura G.Arjuna di Batu Malang pada Nopember 2019, perayaan Natal Pada Bulan Desember 2019, Dharma Santi pada bulan April 2020, buka Puasa Bersama pada bulan Mei 2020 dan Halal Bihalal pada Bulan Juni 2020;

Adapun untuk memastikan tertib organisasi, bidang kesekretariatan memperogramkan pembuatan KTA dan  Perpanjangan Ijin KTA AAI pada bulan September 2019 sampai dengan Bulan Juli 2020. Selain itu akan diadakan  Pelantikan dan Penyumpahan Advokat bagi Kandidat Advokat yang telah memenuhi Persyaratan. (***)