DENPASAR, kanalbali.id – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Bali sukses menyelenggarakan Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) 2026 dan menyambut Syiar Ramadhan 1447 H.
Acara yang mengusung tema “Bersama ICMI Merajut Persaudaraan Meraih Keberkahan” ini berlangsung khidmat di Aula ITB STIKOM Bali, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para cendekiawan di Bali untuk mengevaluasi kinerja tahunan serta merumuskan program kerja strategis yang inovatif dan kontributif bagi pembangunan daerah.
Ketua ICMI Orwil Bali, Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga, M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kesuksesan agenda nasional sebelumnya di Bali yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik. Ia menekankan bahwa SILAKWIL kali ini harus menjadi sarana bagi seluruh pengurus dari tingkat wilayah hingga Organisasi Daerah (Orda) untuk berkolaborasi tanpa sekat.
“SILAKWIL merupakan forum untuk mengevaluasi kinerja kita setahun terakhir dan menyusun program unggulan ke depan yang strategis. Kita perlu kolaborasi antar anggota, antar lembaga, bahkan dengan pemerintah untuk memaksimalkan capaian target pembangunan umat di Bali,” tegas Farida Hanum.
Hadir secara virtual maupun arahan strategis, Ketua Umum ICMI Pusat, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mendorong ICMI Bali untuk memberikan kontribusi nyata dalam isu-isu krusial seperti ketahanan pangan dan lingkungan. Ia menegaskan pentingnya Orda yang kuat dengan program yang membumi, serta menjaga asas keislaman dan keindonesiaan dalam setiap derap pembangunan.
Sementara itu, Dewan Kehormatan ICMI Bali, H. Bambang Santoso, S.Pd.I., M.A., memberikan gambaran mendalam mengenai posisi Indonesia di kancah global (middle power) serta tantangan ekonomi domestik yang sedang dihadapi, mulai dari nilai tukar rupiah hingga kebijakan fiskal seperti kenaikan PPN 12%.
“Posisi kita hari ini menuntut kecerdasan cendekia untuk memahami kondisi masyarakat. ICMI di Bali harus mampu memfilter narasi-narasi global dan tetap fokus pada pembangunan peradaban yang berlandaskan keteladanan,” ujar Bambang Santoso. Beliau juga mengajak umat untuk berkaca pada sejarah kejayaan Islam dalam membangun peradaban ekonomi dan teknologi sebagai motivasi bangkit di masa kini.
SILAKWIL 2026 ini dihadiri oleh jajaran Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Majelis Pengurus Orwil dan Orda se-Bali, serta tokoh masyarakat, organisasi kemahasiswaan, dan ormas Islam.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, antara lain ITB STIKOM Bali, Pegadaian, BSI Maslahat, BSI Syariah, Asa Coffee, dan CIMB Niaga Syariah. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program kerja ICMI Bali dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H melalui berbagai aksi sosial dan intelektual. (kanalbali/RLS)


