DENPASAR, Kanalbali – 800 ratus pekerja muda dari 21 negara di Asia Pasifik yang tergabung dalam federasi serikat pekerja global Public Services International (PSI) berkumpul dan melakukan aksi di Pantai Sanur, Denpasar, Hari ini (20/9). Mereka menyatakan keprihatinan atas ancaman perubahan iklim,
PSI beranggotakan lebih dari seratus afiliasi serikat pekerja dari seluruh region Asia Pasifik yang sebelumnya menggelar PSI’s 14th Asia Pasific Regional Conference (APRECON) 2019 dari 17 hingga 20 September 2019.
Aksi yang dilakukan di Pantai Sanur meminta aksi mencegah perubahan iklim serta bersolidaritas ke jutaan orang muda dan para pendukung Climate Strike. Mereka juga menyampaikan perlawanannya terhadap pendekatan ekonomi global yang menghasilkan emisi yang sangat tinggi di seluruh dunia.
“Setelah hasil rapat kemarin yang sudah diputuskan kami akan melaksanakan aksi hari ini. Dan sekarang kami melakukan aksi sebagai solidaritas kami kepada organisasi di seluruh dunia,” ungkap Willy Andrian Salah satu peserta aksi
Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah, Bali Angkat Tema Akselerasi Digitalisasi UMKM
Dirinya menuturkan, aksi ini memang untuk mengkampanyekan perubahan iklim global yang terjadi di seluruh dunia. Melalui aksi ini, pihaknya mengaku mendukung untuk pengurangan kenaikan suhu yang cukup signifikan.
Isu perubahan iklim juga disampaikan oleh peserta aksi lainnya, Monika Thapa dari Nepal. Menurutnya Nepal juga mengalami sebuah perubahan iklim, ditunjukkan dengan mencair salju di Pegunungan Himalaya. yang tragis, mencairnya salju tersebut bukan disebabkan karena aktivitas negara itu sendiri.
“Itu karena pengaruh dari luar, pengaruh iklim global, dari negara-negara lain yang punya emisi justru lebih besar,” tuturnya.
Monika menjelaskan, sebelumnya ia sudah melakukan kampanye Save Himalaya dan setelah mengikuti kegiatan ini dirinya akan kembali ke Nepal mulai menanam pohon untuk Himalaya dan mengurangi penggunan plastik khususnya black plastic.
Hal senada juga disampaikan oleh Indah Budiarti, perempuan yang aktif di federasi serikat pekerja global Public Services International (PSI) memandang bahwa perubahan iklim kini menjadi isu yang sangat penting dalam gerakan serikat pekerja, bahkan untuk seluruh pemimpin dunia.
“Ketika perubahan iklim tidak menjadi isu serius para pemimpin-pemimpin dunia (maka) masa depan terabaikan,” tuturnya.
“Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam mencegah perubahan iklim tersebut ya dengan mengurangi emisi,” tambahnya.
Selain itu, dia menyampaikan beberapa negara juga harus meningkatkan dananya untuk melindungi lingkungannya, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan, bensin, dan energi fosil. Pihaknya juga mendukung upaya penciptaan energi listrik yang ramah lingkungan atau energi terbarukan seperti solar panel. (kanalbali/KR13)


