WNA Australia Korban Penembakan Baru Pertama ke Bali untuk Berbulan Madu

Sari Latief selaku kuasa hukum WNA Australia korban dalam jumpa pers Selasa (24/6/2025) = IST
Sari Latief selaku kuasa hukum WNA Australia korban dalam jumpa pers Selasa (24/6/2025) = IST

BADUNG, kanalbali.id – Informasi mengenai kasus penembakan WNA Australia di Bali terus berkembang.

Dari pihak korban berinsial ZR (32) disebutkan bahwa korban baru datang pertama kali ke Pulau Bali untuk berbulan madu dengan istrinya bernisial GJ (30).

“Jadi di sini yang kita ingin tekankan adalah tidak benar kalau almarhum korban dan istri sudah tinggal lama di Bali. Bahkan itu pertama kalinya mereka menginjak Bali, khususnya buat perempuan (GJ) yang belum pernah traveling kemana-mana juga,” ujar Sari Latief selaku kuasa hukum korban dalam jumpa pers Selasa (24/6/2025)

Selain berbulan madu, mereka ingin merayakan ulang tahun sang istri di usia ke 30, tepat pada tanggal 16 Juni 2025.

Sari mengatakan, bahwa sejak menikah mereka tidak pernah berbulan madu, dan akhirnya korban ZR mengajak istrinya GJ ke Bali, alasannya karena tempatnya dekat dan tidak terlalu mahal dan berencana mengambil waktu selama lima hari di Bali.

“Karena mau perayaan ulang tahun bahwa istri korban waktu itu berusia 30. Jadi mau merayakannya di Bali dengan ulang tahun dengan keluarga,” imbuhnya.

Kemudian, pada Kamis (12/6) mereka tiba di Bali untuk berlibur dan merayakan ulang tahun di Bali, dan sampai di Pulau Bali mereka bertemu dengan kakak GJ berinsial DJ dan kekasihnya SG yang sudah sering berlibur ke Pulau Bali.

Namun belum sempat merayakan ulang tahun, pada Jumat (13/6), korban ZR dan istrinya GJ pergi makan malam dan setelah itu kembali ke vila sekitar pukul 23:00 WITA, dan lalu mereka tidur. Namun, tak tidak lama kemudian datang orang tidak dikenal dan peristiwa penembakan itu terjadi kepada suaminya ZR.

Sementara, korban ZR merupakan seorang pengusaha toko alat berat di Melbourne, Australia, dan istrinya GJ adalah sebagai ibu rumah tangga. Keduanya, memiliki 6 anak, dua diantaranya anak kandung berusia 3 tahun dan 9 bulan dan 4 anak lainnya adalah anak angkat.

Sementara, akibat kejadian itu istri korban GJ mengalami trauma berat atas peristiwa tewasnya suaminya karena mendekati hari ulang tahunnya dia melihat suaminya ditembak di depan dirinya.

“Maka sangat-sangat dimengerti yah kalau misalnya dia (GJ) sangat trauma. Karena pada hari ulang tahun beliau harus berkunjung ke rumah duka, ke forensik, dan merayakan ulang tahunnya dengan jenazah mayat sang suami,” ujarnya.

“Kami dan tim mendampingi itu bukan hal yang enak untuk dilihat. Kita semua tidak mau tentunya pada saat ulang tahun harus (dipadukan) dengan kondisi mayat yang seperti teman-teman sudah ketahui,” ujarnya.

Sebelumnya, tiga pelaku asal Warga Negara Asing (WNA) Australia yang melakukan penembakan kepada dua WNA Australia bernama ZR (32) dan SG (35) telah diserahkan kepada kepolisian Polda Bali dan saat ini berada di Mapolres Badung, Bali.

Ketiga pelaku telah ditetapkan tersangka. Mereka, berinisial TPM (37), CT (23) dan DFJ (37). Kedua korban ZR dan SG menjadi korban penembakan di sebuah vila di Jalan Pantai Munggu Seseh, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali,
pada Sabtu (14/6).

“Korban (Zivan) meninggal dunia akibat tembakan dan dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, dan korban (Sanar) mengalami luka tembak dan dilarikan ke BIMC Hospital di Kuta,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, pada Sabtu (14/6) sore. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?