Demi Masa Depan, Ini 4 Alasan Melakukan Investasi Online

pixabay by mohamed_hassan

MEMPERSIAPKAN DANA MASA DEPAN penting dilakukan sejak muda. Bagi generasi milenial dan generasi Z, salah satu cara termudah menyiapkan dana masa depan adalah dengan melakukan investasi online.

Adinda Atika, seorang VP Business Development menyebut investasi online merupakan buah dari perkembangan teknologi di bidang keuangan. Di masa pandemi Covid-19, investasi online menjadi salah satu produk keuangan yang dilirik.

“Minat masyarakat berinvestasi terhadap produk keuangan tetap ada meski di tengah pandemi Covid-19. Keadaan ini juga didukung oleh perubahan perilaku investor yang lebih adaptif terhadap teknologi,” tutur Adinda dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Maluku Tengah, Maluku, Selasa (5/10/2021).

Adinda mengatakan bentuk investasi online kini bermacam-macam, mulai dari investasi emas, reksadana, obligasi, saham, hingga mata uang kripto. Semua jenis investasi ini bisa dilakukan secara online hanya dengan modal smartphone dan kuota internet.

Ia mengatakan setidaknya ada empat alasan untuk melakukan investasi online mulai dari sekarang. Pertama, adalah akses mudah dan cepat untuk melakukan investasi. Hanya dengan modal smartphone dan kuota internet, seseorang kini bisa melakukan investasi.

Kedua, adalah monitoring investasi yang lebih muda. Adinda mengatakan investor bisa mengatur jadwal setiap bulan untuk mengecek potensi keuntungan yang didapatkan dari investasi online.

“Sekarang benar-benar mudah hanya dengan buka smartphone saja sudah bisa melakukan transaksi, mau itu reksadana, kripto, sampai saham,” paparnya.

Ketiga, adalah adanya edukasi investasi yang diberikan oleh platform. Edukasi penting demi memaksimalkan potensi keuntungan yang didapatkan investor.

Terakhir dan paling penting adalah minimum investasi yang terjangkau. Hanya dengan modal di bawah Rp 50.000, seseorang sudah bisa melakukan investasi secara online.

“Bahkan investasi emas online bisa dilakukan dengan minimal Rp 5.000 rupiah. Ada juga potensi cashback yang ditawarkan oleh sejumlah platform, yang tentu saja menguntungkan investor,” tutur Adinda.

Begini Cara Menjadi Warga Digital yang Aman dan Positif

Tentu saja, investasi online tidak boleh dilakukan sembarangan. Adinda mengatakan calon investor wajib melakukan riset sebelum menitipkan uang di sebuah platform.

Sebelum memulai investasi, pastikan platform yang digunakan memiliki izin dari otoritas jasa keuangan (OJK) dan badan pengawasa perdagangan berjangka komoditi (Bappebti). Platform investasi juga wajib memiliki sistem keamanan berlapis serta transparansi menjelaskan risiko investasi kepada investor.

“Hindari platform investasi yang menawarkan keuntungan fantastis. Carilah platform dengan keuntungan wajar. Reksadana pasar uang misalnya, keuntungannya di bawah 5 persen setahun. Kalau menjanjikan di atas itu, risiko investasi bodong sangat besar,” tuturnya.

Webinar kali ini juga menghadirkan Anggie Ariningsih (CEO Fintech P2P Lending), Indra Wahyudi (Staf Dosen Universitas Darussalam), dan Denny Abal (Key Opinion Leader).

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Apa Komentar Anda?