Manfaatkan Marketplace untuk Berjualan Produk Daerah, Ini Tipsnya!

PRODUK daerah memiliki potensi menjadi komoditas dengan nilai jual tinggi. Sayangnya, keterbatasan akses masih menjadi tantangan bagi daerah untuk mengembangkan produk lokal agar bisa bersaing di kancah nasional, bahkan internasional.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Camat Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ia mengatakan daerahnya adalah kecamatan dengan kunjungan wisata terbanyak di Kabupaten Lombok Utara.

Dibukanya pusat oleh-oleh pada sentra kerajinan diharapkan mampua mendongkrak ekonomi masyarakat. Sayangnya, pandemi Covid-19 membuat kunjungan wisatawan turun drastis, dan kerajinan pun tidak terjual.

“Padahal kami kerajinan banyak sekali. Lombok Utara terkenal itu batok kelapa, topi pohon, nira jahe, dan kerajinan bambu dan kayu lain,” ujarnya dalam webinar Gerakan Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (6/7/2021).

Menanggapi hal ini, Lia Arianti, Co Founder Momomaru Salmon Mentai mengatakan sebagai pelaku UMKM, ia menyadari betul manfaat yang didapat dari berjualan lewat marketplace atau e-commerce.

Lia mengatakan Momomaru adalah usaha makanan yang awalnya hanya dijual untuk teman-teman dekat. Namun karena tingginya animo peminat, berubah menjadi UMKM dan kini melayani permintaan penjualan lebih banyak.

“Indonesia merupakan negara 10 besar pertumbuhan e-commerce. Dengan pertumbuhan 78 persen, menunjukkan usaha perdagangan elektronik memiliki nilai ekonomi bagus, sehingga harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha UMKM,” tutur Lia.

Ia menyebut ada lima tips yang bisa dilakukan pengusaha UMKM untuk meningkatkan penjualan lewat internet. Pertama, adalah menyiapkan produk yang akan dijual. Ini bisa dilakukan melalui riset untuk mengetahui apa saja barang yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Kedua, memiliki target pasar yang jelas. Dengan target pasar yang jelas, menyusun rencana penjualan akan lebih mudah.

Ketiga, jual produk dengan harga terbaik. Tidak perlu membanting harga dari toko sebelah, cukup jual produk Anda dengan harga menarik sehingga pembeli akan tertarik. Keempat, gunakan media sosial. Media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk Anda. Terakhir, presentasikan produk Anda sebaik mungkin. Foto produk yang menarik dan original membuat produk Anda lebih disukai.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali hadir juga, Marizka Juwita sebagai key opinion leader, Chris Jatender selaku Kaprodi Teknik Informatika STTI STIENI, dan Pahri, ST, MPD, selaku Kasi Kelembagaan dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Lombok Utara.

Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.