Mengenal Fitur Paperless Transaction yang Sering Digunakan di Indonesia

pixabay by mohamed_hassan

DALAM  konteks transaksi digital, paperless transaction adalah metode transaksi yang pencatatannya dilakukan secara digital. Media tukar biasanya tanpa alat tukar fisik (kertas) dan perangkat elektronik digunakan sebagai pengganti catatan.

Dikatakan oleh Josephine Brightnessa, Marketing Manager Digital App dalam Webinar Literasi Digital wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu 6 Oktober 2021, bahwa banyak kelebihan yang didapat jika menggunakan papaerless transaction.

“Ada banyak kelebihan yang membuat orang lebih menginginkan menggunakan paperless transaction, diantaranya lebih efisien, higienis , cepat dan mudah,” ujar Josephine dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Dijelaskannya juga ada beberapa fitur paperless transaction yang sering digunakan di Indonesia. Semisal  QR code untuk melakukan pembayaran, Investasi, transfer antar bank, online shop dan membayar tagihan.

“Terkait investasi yang menggunakan paperless transaction, harus diingat bahwa jangan sampai berhutang untuk investasi, itu adalah suatu konsep yang salah. Sementara untuk transfer antar bank, bisa dilakukan dengan handphone yang terhubung dengan jaringan internet sehingga kita tidak perlu harus ke ATM,” imbuhnya.

Wajib Tahu! Ini 4 Jenis Pelecehan Seksual yang Bisa Terjadi di Media Sosial

Sementara itu online shop juga merupakan salah satu paperless transaction mulai banyak digunakan di Indonesia. Dengan berubahnya gaya hidup masyarakat yang mulai mengandalkan online shop untuk membeli kebutuhan keseharian, paperless transaction kian jadi bagian kehidupan masyarakat masa kini.

Pun begitu dengan membayar tagihan juga kerap mempergunakan fitur paperless transaction seperti Banking card atau kartu dari bank biasanya berlogo GPN /visa/MasterCard, contoh: debit card and credit card.

“Sekarang di Indonesia debit card itu sudah menjadi lebih keren karena bisa dipakai juga sebagai pengganti credit card.  Ada lagi Bank Pre-paid Card atau dikenal kartu e-money dikeluarkan oleh bank seperti kartu debit namun harus dilakukan top up saldo,” katanya.

Bisa melalui commerce atau secara offline kalau di Jakarta bisa juga top up di stasiun stasiun MRT stasiun stasiun busway jadi bisa dilakukan secara offline dan bisa dilalui melalui ATM-ATM juga.

Selain itu ada juga Mobile Wallet yaitu metode pembayaran dengan menggunakan app yang harus di top up atau disambungkan dengan debit atau kredit card. Ini bisa untuk melakukan pembayaran menggunakan QR code. Serta Internet banking dan app banking juga pinjaman online.

Selain Josephine, pembicara lain yang turut berbagi wawasan tentang literasi digital adalah Fajar Sidik, Zinester & Podcaster 30degree Media Network, Yosef Oriol Dampuk dan Ari Lesmana sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)