Untuk Survive, UMKM Harus Melangkah ke Go Digital

pixabay by kreatikar

PANDEMI  covid memukul UMKM. Dari survei yang dilakukan Asian development Bank 2020 ada 48,6% UMKM Indonesia tutup akibat pandemi. Karenanya perlu langkah jitu agar UMKM bisa terus survive. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah dengan melangkah go digital.

Menurut Nur Azizah Zuhriyah, SE, MM Dividion Head Finance TC Invest dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin 18 Oktober 2021, ada banyak tantangan yang dihadapi UMKM.

“Banyak hal yang harus dihadapi UMKM apalagi di masa pandemi semisal merekrut karyawan, modal usaha dan pelanggan,” ujar Azizah dalam webinar yang dipandu oleh Toni Thamrin ini.

Dijelaskannya juga bahwa ciri-ciri UMKM di antaranya dari sisi jenis komoditi atau barang yang ada pada usahanya tidak tetap, tempat menjalankan usahanya juga bisa berpindah waktu-waktu. Juga ciri lain adalah usahanya belum menerapkan administrasi bahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha masih disatukan.

“Sedangkan  sumber daya manusia SDM di dalamnya biasanya belum punya jiwa wirausaha yang mumpuni dan biasanya tingkat pendidikan SDM nya masih rendah,” ujarnya.

Juga biasanya pelaku UMKM belum memiliki akses perbankan namun sebagian telah memiliki akses ke lembaga keuangan non bank. Pada umumnya juga belum punya surat izin usaha atau legalitas termasuk NPWP.

Beradaptasi dengan Perkembangan Ruang Digital

Sementara itu kelebihan UMKM adalah feksibilitasnya setinggi dan cepat berinovasi. Cara operasionalnya juga tidak serumit dengan perusahaan yang besar.

“Biasanya perusahaan besar itu operasinya berjenjang jadi kalau ada ide itu harus di meeting in dulu harus dianalisa dulu harus ini-itu selesai sedangkan itu untuk UMKM kalau kita mempunyai sebuah inovasi atau ide bisnis yang baru kita dia langsung bisa mengaplikasikan ke dalam produknya atau ke dalam cara manajemennya penjualannya dan yang lain,” paparnya.

Selain itu UMKM juga mudah untuk memulai dan fokus pada satu bidang. Sedangkan kekurangan UMKM biasanya biaya operasional terbatas. Karena dengan modal yang kecil tadi ini akan mempengaruhi biaya operasional.

Sehingga kalau kita tidak pandai pandai dalam mengelola keuangan kita di bisnis UKM UMKM kita bisa bisa rugi bahkan bisa nombok. Maka dari itu kita harus pandai pengelolaan keuangan di bisnis UMKM ini.

Selain Azizah juga hadir pembicara lainnya yaitu Fajar Sidik, Podcaster dan Zinester, Denok Sari Saputri, Manager Yayasan Gugah Nurani Indonesia Lombok dan Reza Aditya sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.