BANYAK investasi aman dan juga menguntungkan di masa pandemi. Tapi jika ingin berinvestasi dan apapun investasinya seharusnya diawali dengan belajar mengetahui seluk beluknya dulu.
Adinda Atika, VP Business Development dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat 22 Oktober 2021, mengatakan memulai investasi harus belajar dulu, karena jika investasi tanpa belajar bukan keuntungan yang datang tapi kerugian yang datang.
“Inti dari investasi adalah upaya menanamkan modal atau dana dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan atau rekan di masa mendatang,” ujar Adinda dalam webinar yang dipandu oleh Eddie Bingky ini.
Lebih lanjut, kata Adinda ada dua klasifikasi investasi yang bisa dipilih yaitu investasi jangka pendek dan Panjang. Untuk investasi jangka pendek adalah investasi yang keuntungannya diharapkan dapat terwujud setidaknya dalam kurun waktu sampai 1 sampai 3 tahun investasi.
“Sedangkan investasi jangka panjang adalah investasi yang pengembaliannya bisa didapatkan dalam kurun waktu di atas tiga tahun jangka waktu investasi ini biasanya juga terkait dengan jumlah return yang akan diperoleh,” imbuhnya lagi.
Pilihan jenis investasi ini penting karena akan mempengaruhi pilihan kita akan instrumen-instrumen investasi apa yang akan kita pilih. Sebab tujuan tujuan keuangan orang-orang pastinya berbeda-beda. Semisal untuk masa pensiun masih lama 20 tahun lagi sayang kalau diinvestasikan di jangka pendek.
Dinilai Sukses Pimpin Buleleng, Lihadnyana dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Muda dari IPDN
“Dengan mempelajari jenis investasi jangka pendek, menengah dan jangka Panjang maka akan membantu kita memilih dan mengerucutkan investasi apa yang akan kita pilih kita dari situ kita memilih lagi jenis investasi jangka pendek atau panjang yang apa sesuai dengan kebutuhan kita,” jelasnya.
Untuk investasi jangka pendek, keuntungannya adalah pengembalian dana dan memperoleh keuntungan cepat sebagai pasif income dan bisa memenuhi kebutuhan tertentu dalam jangka pendek misalnya dana darurat. Investasi jenis ini memiliki tingkat resiko kecil sebagai tempat belajar dan mencari pengalaman berinvestasi bagi investor pemula.
investasi jangka pendek ini juga pas kalau kebutuhan kita tidak menentu dan kita belum mengerti kapan perlunya bisa besok, sebulan lagi atau secepatnya. Semakin pendek jangka waktu investasinya maka resikonya semakin kecil dan semakin panjang resikonya akan semakin besar.
Selain Adinda juga hadir pembicara lain yaitu Ika Febriana Habiba, CX Manager, Gede Praja Mahardika SP, SKM, Founder Sahabat Bumi Bali dan Tisa sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)



Be the first to comment