Manfaatkan Hastag di Medsos untuk Promosikan Usaha

pixabay by irfanahmad

MEDIA sosial (medsos) tak hanya digunakan sebagai sarana hiburan saja tetapi juga untuk banyak hal bermanfaat lainnya semisal untuk mempromosikan bisnis kita.

Menurut I Putu Yoga Indrawan, S.Kom, M.Kom Dosen STIKI Indonesia dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Badung, Bali, Kamis 28 Oktober 2021, untuk mempromosikan usaha yang kita jalankan di medsos bisa dengan membuat konten yang relevan dan menarik.

“Bisa dengan membuat konten menarik dan dilengkapi dengan hastag agar perusahaan kita bisa lebih mudah dicari oleh konsumen. Makanya kalau kita lihat toko di sosial media hastagnya banyak sekali contohnya adalah tempat makan atau usaha atau angkringan yang gampang semisal menulis hastag sate-satean nanti arahnya ke sana,” ujar Putu Yoga dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.

Selain itu bisa juga dengan menggunakan Fanspage yang juga pentinguntuk membuktikan bahwa usaha ini emang ada atau bukan jualan palsu.  Karena banyak di sosial media keberadaan penjual dengan modus modus penipuan , usaha palsu setelah kita membayar pesanan tapi pesanan tidak datang.

“Itulah pentingnya kenapa fans page ini ada,” jelas Yoga lagi.

Untuk meningkatkan promosi branding usaha kita tak ada salahnya juga memanfaatkan kelompok, grup atau komunitas yang kita milik atau dengan kata lain bisa berpartisipasi dalam kelompok atau komunitas online.

Dari komunitas kelompok itu bisa tukar tukaran kostumer. Contohnya kita menjual meja dari pinus dan rekan kita dari dari kayu jati.” Ketika rekan kita mendapat orderan misalnya dengan meja berbahan pinus itu dia ngasihnya ke kita itulah pentingnya kita bisa membesarkan usaha,” bebernya.

Go Digital Jadi Model Pemberdayaan UMKM Pascapandemi Covid

Agar promosi kita tepat sasaran dan banyak dilihat orang maka kita harus mengurangi posting di jam-jam kerja karena kecil kemungkinan postingan kita dilihat.  Seperti jam 1 sampai jam 4 sore.

Yang paling baik posting adalah saat makan siang sekitar jam 12 hingga jam 1,saat bersantai habis makan atau gabut istilahnya. Karena jenuh kita biasa melihat melihat sosmed. Atau bisa juga di malam jam istirahat juga oke karena saat pulang kerja orang cenderung untuk melihat sosmed.

Selanjutnya, kita juga bisa menganalisis siapa yang menonton video. Kita juga harus mau tahu dari mana sih info konsumen konsumen kita tahu-tahu toko kita masuk dalam pencarian YouTube. Atau pencarian di beranda atau  dari yang lain seberapa tertariknya orang membuka channel kita atau seberapa sih video kita ini buat butuh direkomendasikan berapa lama rasa tertariknya orang dan berapa lama orang nonton.

Selain Yoga juga hadir pembicara lain yaitu M Randy Mandala Putra, IT RS Anggrek Mas, Gabrilianty Nastiti Ayuningtyas, Spv Accounting Analyst dan Nata Gein sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.