Gunakan Internet dengan Cerdas untuk Masa Depan yang Cerah

pixabay by un-perfekt

ANAK zaman sekarang hampir tak ada yang tidak mengenal dunia internet. Apalagi di masa pandemi, dunia pendidikan bisa tetap berjalan di tengah pandemi karena keberadaan internet untuk sekolah daring dari rumah.

Tapi selain banyak manfaat yang didapat dari internet, banyak juga sisi negatif yang harus kita waspadai dengan perkembangan dunia internet lengkap dengan segala aplikasi dan fitur-fitur canggih di dalamnya.

Menurut Adam Iskandar Bunga, ST, Kepala Sekolah SMKN 5 Negara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis 28 Oktober 2021, setiap orang tua ataupun pendidik harus bisa menciptakan internet yang sehat untuk anak.

“Internet sehat untuk anak menjadi sebuah keharusan di tengah gempuran teknologi digital yang semakin canggih saat ini. Karena kita tak mau alih-alih ingin mendapatkan manfaat dari internet tapi justru anak anak mengalami kemunduran karena terpapar dampak negatif internet,” ujar Adam Iskandar dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.

Lebih lanjut dikatakan Adam Iskandar bahwa ada sejumlah cara untuk menciptakan internet yang sehat untuk anak. Semisal tempatkan internet di tempat terbuka sehingga aktivitas internet anak bisa terkontrol. Dan orangtua tahu setiap apapun yang anak lakukan dengan dunia internetnya.

Selain itu ajari anak untuk tidak boleh menanggapi email dari orang yang tidak dikenal. Upayakan anak bertanya terlebih dahulu kepada orang tua jika ada email yang tidak dikenal apakah boleh dibuka atau tidak. Beri juga pemahaman pada akan untuk segera tinggalkan atau keluar dari situs liar yang tidak pantas untuk seumuran anak-anak.

“Ingatkan selalu anak untuk jangan menanggapi ajakan untuk pertemuan langsung dari orang yang dikenalnya lewat internet terutama lewat medsos,” jelasnya.

Pakar Bagikan Tips Cara Mendapatkan Hal Baik di Internet

Selain itu juga penting memberi pemahaman agar anak jangan memberikan data pribadi dan keluarga semisal alamat rumah, kantor, sekolah, nomor telepon, tanggal lahir, password dan data diri kepada orang lain ataupun saat mengisi data diri pada situs personal. “Manfaat internet untuk keperluan belajar dan gunakanlah browser khusus untuk anak-anak,” sarannya.

Selain itu ada langkah lain untuk anak berinternet sehat dan aman. Yaitu dengan memberikan perlengkapan pengamanan komputer dengan software dan tempatkan komputer di ruang keluarga.

Juga penting untuk memberikan penjelasan manfaat positif dan dampak negatif dari internet. Upayakan untuk melakukan komunikasi aktif dengan anak berapapun usia mereka dan ajak anak untuk terbuka mengenai apapun informasi yang didapat melalui internet.

Yang tak kalah penting adalah memotivasi anak untuk berkreasi positif dengan menggunakan internet serta jangan malas untuk mendampingi anak ketika berinternet. Ini hal yang sangat penting kalau anak sudah memahami keadaan tentang kita dan sebaliknya.

“Gunakan internet dengan cerdas untuk masa depan yang cerah jadilah orang yang hebat dengan berinternet secara sehat,” katanya.

Selain Adam, pembicara lainnya adalah Nur Azizah Zuhriyah, SE, MM, Division Head Finance TC Invest, Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi Jasa Tri Capital Investama (TC Invest) dan Fisca sebagai Key Opinion Leader.

Selain Andrew, pembicara lain yang hadir adalah Broin Tolok, Pimred Audiens.id dan Chanel Youtube Legan TV, M Dedy Gunawan, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI dan Marizka Juwita sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.