Sandiaga: Pungutan Wisatawan Asing Ditarget Capai Rp 500 Miliar di Tahun 2024

Menparekraf Sandiaga Uno - IST

GIANYAR, kanalbali,id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, untuk pendapatan pungutan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar Rp 150 ribu di Pulau Bali sudah terkumpul Rp 20 miliar.

Pungutan itu, dilakukan uji coba dari tanggal 7 Februari 2024 dan diterapkan secara resmi pada tanggal 14 Februari 2024. Sementara, di tahun 2024 pihaknya menargetkan terkumpul Rp 500 miliar pungutan wisman 10 dollar tersebut dari kunjungan 5 hingga 7 wisman ke Pulau Dewata.

“Tadi baru berdiskusi dengan bapak Pj. Gubernur Bali, sudah terkumpul di atas Rp 20 miliar dan tahun ini ditargetkan Rp 500 miliar. Diperkirakan bisa mengumpulkan Rp 500 miliar dantara 5 sampai 7 wisatawan ke Bali,” kata Sandi, di sela mengunjungi Tuksedo Studio, di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (7/3).

BACA JUGA: Desa Sibetan Karangasem Jadi Model Slow Travel ala Intrepid, Yuk Simak Apa Saja Kegiatannya

Ia menerangkan, dari kunjungan dirinya ke Australia dan India mereka bisa memahami dan malah ada yang mengapresiasi bahwa Bali sangat serius untuk menangani isu lingkungan terutama sampah dan juga pemurnian dari kondisi budaya adat istiadat di Pulau Bali.

“Saya dapat cerita, ada satu wisatawan (asing) yang sampai di sini dari (Terminal) domestik, tapi justru bertanya kok saya tidak ditagih membayar 10 dollar atau Rp 150 ribu. Jadi, kita akan ada tiga (mekanisme pemungutan) yang akan melakukan pengumpul, sebelum keberangkatan melalui website, dan saat kedatangan untuk sosialisasi. Tapi, juga nanti akan dibuat (pengecekan) di destinasi-destinasi dan hotel dan ini juga sudah diatur,” ujarnya.

Sandi juga menegaskan, bahwa pungutan wisman Rp 150 ribu hanya berlaku di Pulau Bali dan untuk daerah lainnya belum bisa dilakukan.

“Belum ada (kalau di daerah lainnya). Karena, kita harus hati-hati, di Bali ini sudah internasional kita bisa memperkenalkan sisi ini karena kekuatan Bali. Tapi yang lain, kita harus secara hati-hati kelola destinasinya, lebih berkualitas dan berkelas dunia serta berkelanjutan, baru setelah memiliki kekuatan posisi tawar seperti Bali, kita bisa tawarkan pungutan serupa,” ujarnya. ( kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.