JEMBRANA, kanalbali.id – Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di selat Bali dikisahkan Anak Buah Kapal (ABK) bernama Richo (26) asal Bayuwangi, Jawa Timur.
Ia yang sudah lima tahun menjadi ABK mengatakan, bahwa awalnya tak menyadari saat peristiwa itu terjadi karena dirinya saat itu sedang beristirahat dan itu terjadi menjelang tengah malam.
“Saya kurang paham awalnya bagaimana, karena saya istirahat dan posisi tidur. Jam 01.00 harusnya saya jaga lagi. Tapi kapal mulai tenggelam sekitar jam setengah 12,” kata dia pada wartawan, Kamis (3/7) di Jembrana.
Koster: Bali Tak Butuh Ormas Preman
Kemudian, saat dirinya terbangun kapal sudah dalam keadaan miring dan dirinya mencari posisi paling tinggi dan saat itu lampu di kapal sudah mati total.
“Dan (saya) cari posisi paling tinggi. Kapal miring ke kanan, saya ke kiri supaya bisa selamat. Saat kapal mulai mau tenggelam, lampu mati total, blackout,” imbuhnya.
Bocah Ditemukan Telantar Penuh Luka di Denpasar Ternyata Korban Penganiayaan Pacar Ibunya
Kemudian, dalam kondisi seperti itu dirinya juga langsung panik dan lalu memutuskan untuk lompat dari kapal dan selain dia sejumlah penumpang lainnya juga lompat dari kapal untuk menyelamatkan diri.
“Saya langsung nyebur. Orang-orang ramai biar kumpul. Saya arahkan ke pelampung (perahu penyelamat). Saya sendiri juga naik ke situ,” jelasnya.
Ia menyampaikan, ada 16 orang yang berhasil menaiki perahu karet penyelamat saat itu. Namun situasi di laut sangat sulit karena ombak tinggi dan banyak dari korban yang sudah kelelahan.
“Orang-orang sudah kelelahan, muntah-muntah, banyak yang minum air laut. Mau dayung juga nggak bisa. Kami bisa menunggu pertolongan,” ujarnya.
Kemudian, pada pagi hari, belum ada bantuan yang datang. Mereka akhirnya diselamatkan oleh perahu nelayan yang kebetulan melintas dan menarik perahu karet tersebut ke tepi.
“Tunggu sampai pagi terus ada perahu iya terus (ditarik),” ujarnya.
Ia dengan penumpang lainnya yang selamat dievakuasi di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
Sebelumnya, pihak kepolisian menerangkan bahwa tenggelamnya Kapal Motor Penyebarangan (KMP) Tunu Pratama Jaya rute Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, diduga karena kebocoran di ruangan mesin.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami kebocoran di ruang mesin dan terbalik.
“Pada pukul 00.16 WITA, KMP. Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP. Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal,” kata Kombes Ariasandy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7).
Kemudian, pada pukul 00.19 WITA KMP. Tunu Pratama Jaya mengalami black out dan sekitar pukul 00.22 WITA, KMP. Tunu Pratama Jaya 3888 dengan posisi akan mengejar dan membantu KMP. Tunu Pratama Jaya menginfokan ke Local Port Service (LPS) Gilimanuk bahwa untuk Kapal KMP Tunu Pratama Jaya.sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat 08°09.371′, 114°25, 1569
“Untuk saat ini menunggu informasi dan untuk perkembangan akan diinformasikan kembali,” imbuhnya. ( kanalbali/KAD )


