JAKARTA, kanalbali.id – Gruham Coffee & Bistro Jakarta, Minggu (3/5) telah menyelenggarakan pemutaran film dokumenter fiksi berjudul ROOTS: One Hundred Years of Walter Spies in Bali, karya sutradara Michael Schindhelm.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pemutaran dan diskusi yang merayakan satu abad pengaruh Walter Spies terhadap perkembangan seni, budaya, dan pariwisata di Bali.
ROOTS menelusuri jejak hidup Walter Spies, seniman kelahiran Moskow yang berkebangsaan Jerman, sejak kedatangan pertamanya di Bali pada 1925 hingga warisannya yang kompleks pada era modern.
Film ini menggabungkan elemen dokumenter dan fiksi untuk menggali peran Spies sebagai katalisator kreatif sekaligus figur kontroversial; menampilkan arsip, rekonstruksi, dan wawancara dengan tokoh akademisi seni, budayawan, seniman, LSM dan penggerak kepedulian lingkungan hidup.
ROOTS tidak hanya menyorot kontribusi artistik Spies dari pelestarian tari hingga estetika visual, tetapi juga membuka diskursus tentang dinamika kuasa budaya, kolonialisme, dan dampak pariwisata. Film yang berdurasi kurang lebih dua jam, Michael Schindhelm membawa pemirsanya kembali ke titik awal, menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam narasi yang benang merahnya menjadi refleksi perkembangan Bali dari seratus tahun kedatangannya.
Pemutaran film di Gruham Coffee & Bistro Jakarta diselenggarakan bekerja sama dengan IWS Indonesia dan ABAS. Serangkaian program yang mendukung pemutaran dilaksanakan juga melukis bersama dengan medium cat air untuk merespon karya Walter Spies, dan sharing session bersama penulis dan kurator seni Yudha Bantono.
Agus Budiyanto pendiri ABAS yang juga mewakili International Water Color Society Indonesia mengatakan bahwa pemutaran Film Roots karya Michael Schindhelm memberikan sangat inspirasi bukan hanya bagaimana memahami sang seniman Walter Spies yang multi talent terhadap sejarah hidupnya, karya dan pengaruhnya bagi perkembangan seni dan budaya di Bali, tapi bagimana film ini menggugah kesadaran sebagai seniman dalam berproses, serta sensitive melihat realita yang sedang terjadi.
Yudha Bantono yang diberi mandat oleh Michael Schindhelm untuk memutar film Roots di beberapa kota baik di Indonesia maupun luar negeri mengatakan, bahwa pemutaran film Roots di Gruham Coffee & Bistro Jakarta adalah permulaan program yang sebetulnya akan dilaksanakan secara serentak nanti pada Bulan Juli mendatang di beberapa tempat, baik di Jakarta sendiri maupun Bandung.
Lebih lanjut menurut Yudha, setelah pemutaran film dari Jakarta, rencananya langsung akan diputar di beberapa tempat di Yogyakarta dan Magelang, dimana pelaksanaanya beberapa hari ke depan pada tanggal 6 sampai 12 Juni mendatang.
Dua seniman Bali Gus Dark dan Made Bayak rencanya juga akan dihadirkan dalam program diskusi yang mendukung pemutaran Roots di Yogyakarta dan Magelang. Seperti diketahui, Gus Dark maupun Made Bayak adalah bagian dari pelaku di film, serta seniman yang merespon Roots dalam bentuk karya seni yang telah dipamerkan di KBH.G Basel dan ARMA Museum Ubud.
“Kami berharap pemutaran Roots di Gruham Coffee dan Bistro Jakarta bersama IWS Indonesia, ABAS dan publik Jakarta tidak hanya menjadi tontonan, tetapi pemicu percakapan kritis tentang bagaimana sejarah seni dibaca ulang, diperdebatkan, dan digaungkan dalam praktik kolaboratif kontemporer” ujar Yudha Bantono.


