Ini Alasan 86 Persen Pelaku UMKM PIlih Jualan di Marketplace

pixabay by Pexels

MARKETPLACE menjadi salah satu saluran yang membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berjalan selama masa pandemi Covid-19. Seperti diketahui, nyarit seluruh sektor terkena hantaman keras dan tidak sedikit yang gulung tikar.

UMKM yang menggunakan platform digital seperti marketplace yang mampu bertahan bahkan berakselerasi. Dalam webinar Gerakan Nasional Liiterasi Digital wilayah Tabanan, Bali, Rabu, (24/11/2021) Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI, M Dedi Gunawan, mengatakan bahwa 86 persen UMKM Menggunakan 1 sampai 3 marketpplace untuk memasarkan produk.

“Bahkan sisanya ada yang memanfaatkan 4 hingga 6 marketplace sebagai kanal penjualan,” ujar Dedi Gunawan dalam acara tersebut.

Tentunya bukan tanpa alasan para pelaku UMKM memanfaatkan marketplace tersebut untuk berjualan. Dedi memaparkan bahwa yang membuat pelaku UMKM menggunakan marketplace karena lebih menghemat biaya promosi.

“Karena dari masing-masing marketplace mereka juga sudah punya biaya iklan, dan otomatis juga akan membantu produk yang dijual jadi lebih makin dikenal oleh masyarakat luas bahkan internasional,” ujar Dedi.

BACA JUGA:

Yuk Simak Tips Memulai Bisnis Online dengan Mudah

Dedi melanjutkan bahwa dengan menggunakan marketplace pelaku UMKM dapat peningkatan omset, dan mendapatkan kemudahan mengakses pasar ekspor.

“Kelebihan lain menggunakan marketplace karena peluah lebih besar melalui komunitas yang ada di marketplace tersebut. Sehingga tidak perlu lagi taku kehilangan konsumen,” kata Dedi memaparkan.

Selain itu, hingga saat ini marketplace di Indonesia punya fitu dan regulasi yang relatif baik. Sehingga menambah rasa aman bagi para penjual maupun pembeli.

Dalam webinar kali ini hadir juga Forita Deva, Pemilik Diva Wedding dan Event, Made Dewi Sariyani, Ketua STIKES Adavaita Medika Tabanan dan Marizka Juwita sebagai Key Opinion Ledaer.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.